Kehidupan dan Keberanian

Sebuah kalimat bijak membilang sesuatu yang sederhana namun bermakna.

“Life shrinks or expands in proportion to one’s courage.”

Kehidupan seseorang akan menjadi lebih sempit atau menjadi lebih luas tergantung dengan keberanian seseorang. Mengapa seperti itu, ya?

Ambil contoh saja dengan keberanian seseorang melakukan perjalanan. Bagi mereka yang takut dan banyak khawatir mungkin tak pernah bepergian ke luar pulau atau ke luar negeri. Bandingkan dengan orang lain yang memang jiwanya pemberani yang sanggup bepergian ke banyak tempat di dunia; meskipun tak memiliki cukup banyak uang atau tak bisa berbahasa asing.

Contoh lainnya tentang meraih peluang dan kesempatan dalam kehidupan. Bagi orang yang ‘penakut’, banyak yang menggantungkan diri sebagai karyawan tetap di instansi pemerintahan atau negara. Sebutannya mentereng yaitu PNS; pegawai negeri sipil. Gaji tetap, instansi milik negara tak mungkin bangkrut dan ada pensiunan di hari tua. Lain cerita dengan para pemberani yang memilih menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri. Wiraswasta. Kata itu terdengar keren kala usahanya sudah besar. Kalau masih kecil dan tak meyakinkan orang, kata wiraswasta itu seperti stigma yang acap kali dipandang remeh oleh orang lain. Padahal para pemberani yang membuat usahanya sendiri seringkali tidak hanya menghasilkan pendatapatan bagi dirinya sendiri tetapi juga bisa menciptakan penghidupan bangi banyak orang; yaitu belasan atau ribuan karyawan yang bekerja di perusahaannya.

Dari dua contoh tersebut jelas tampak perbedaannya. Oleh karena hanya ada sedikit orang yang menjalani kehidupan dengan berani maka dunia hanya mencatat sedikit nama seperti Columbus, Steve Jobs, Mahatma Gandhi, Sir Edmund Hillary, George Washington, Sir Richard Branson, Elon Musk dan tentunya para pemimpin dunia pada umumnya.

Tentu tak perlu hingga menjadi orang seperti mereka. Sedikit porsi keberanian saja sudah cukup membuat kehidupan seseorang menjadi jauh lebih berwarna, lebih luas dan lebih menarik.

Sebaliknya mereka yang takut dengan kehidupan ini, hidupnya tak akan menjadi sesuatu yang bermakna. Entah lari dari kenyataan hidup. Takut untuk menyambut peluang yang ditawarkan dunia. Khawatir untuk mengambil keputusan yang penting. Apapun itu seorang penakut tak pernah menjadi orang yang menjalani hidup dengan penuh.

Berani dan takut bedanya sedikit. Namun memiliki banyak perbedaan besar dalam kehidupan banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s