Tak Seharusnya Mesin Waktu Eksis

Hanya Sang Pencipta yang bisa mengendalikan Sang Waktu. Manusia sebagai makhluk ciptaan hanya bisa menjalani kehidupan ini tanpa bisa menghentikan dan mengubah waktu.

Manusia diberi kebebasan untuk memahami kekuasaan Sang Waktu dengan membuat satuan penanda waktu. Dengan demikian manusia bisa mengatur kehidupannya melalui hitungan tahun, bulan, hari, jam, menit hingga ke detik. Apakah seorang manusia hendak memanfaatkan atau membuang waktunya bukan urusan Sang Waktu. Yang jelas roda waktu tak berhenti dan tak melambat. Tetap berjalan hingga akhir waktu ketika kiamat terjadi.

Namanya juga manusia, tak puas hanya menghitung waktu. Banyak manusia yang rupanya berambisi untuk bisa mengatur waktu. Minimal bisa mengulang waktu yang telah dilaluinya. Caranya? Tak mudah memang. Yaitu menciptakan mesin waktu.

Untuk saat ini memang belum ada mesin waktu yang bisa benar-benar ditemukan, dibangun dan dioperasikan dengan hasil yang nyata. Bila ada yang sudah dibuat mungkin saja tak ada hasilnya.

Tapi bagaimana dengan mesin waktu di berbagai film? Nah itu dia. Tak berhasil membuat mesin waktu di dunia nyata maka dibuatlah film-film yang memiliki mesin waktu. Sah-sah saja, bukan? Imajinasi dan konsep mengubah waktu menjadi tontonan yang atraktif. Menarik banyak orang karena paling tidak memberikan harapan bahwa suatu hari nanti mesin waktu akan benar-benar menjadi kenyataan.

Ada film yang menampilkan bahwa mesin waktu bisa membuat orang kembali beberapa menit hingga beberapa tahun sebelumnya kemudian mengubah tindakannya. Akibatnya masa depannya pun berubah. Namun ada pula yang bisa membuat orang kembali ke masa lalu tapi tidak ada efek terhadap masa depan. Lho, kok bisa? Belum lagi ada mesin waktu yang bisa membawa seseorang ke masa depan. Bagaimana pula itu?

Meskipun baru berupa film, konsep perjalanan waktu dengan mesin waktu sudah membuat kerumitan tersendiri. Banyak penonton film yang kurang suka dengan film yang memiliki tema mesin waktu. Pasalnya susah dipahami. Alur cerita menjadi maju mundur.

Dan banyak film-film tersebut yang menunjukkan bahwa penggunaan mesin waktu berakhir tragis. Keinginan mengubah masa depan harus berakhir dengan kematian atau hasil yang ironis. Mesin waktu lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. Wajar karena begitu manusia bisa ‘menguasai waktu’ maka pada saat itu pula timbul niat jahatnya. Tamak atau ingin memanipulasi waktu.

Sekarang bayangkan bila mesin waktu benar-benar ada. Pasti akan ada yang memiliki niat, baik buruk atau baik, untuk mengubah jalannya sejarah. Tak jelas juga implikasi apa yang terjadi bila suatu tindakan di masa lalu diubah. Tak ada yang bisa menjamin bahwa memperbaiki masa lalu bisa memperbaiki masa sekarang dan masa depan.

Bila manusia belum bisa menggunakan waktu yang berjalan secara linear dengan bijak, pasti hanya akan menimbulkan kekacauan semesta bila sanggup untuk melakukan perjalanan waktu.

Oleh karena itu perjalanan waktu tak seharusnya dilakukan. Tak perlu mesin waktu. Yang penting adalah bagaimana untuk mempergunakan dan menikmati waktu dengan sebaik-baiknya. Bukankah bisa menikmati waktu hidup merupakan anugerah yang istimewa dari Sang Pencipta kepada kita makhluk ciptaannya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s