Malpraktik Operasi Plastik di Korea Selatan

Tak hanya orang-orang Korea Selatan yang menjadi pelanggan operasi plastik di negerinya. Banyak sekali orang asing atau turis yang datang ke Negeri Ginseng itu untuk membuat wajah atau tubuhnya menjadi lebih baik melalui pisau bedah. Oleh karena itu industri operasi plastik menjadi marak di Korea Selatan. Praktik dokter operasi plastik, klinik bedah dan rumah sakit khusus operasi plastik pun bermunculan. Semuanya menawarkan satu hal. Mengubah yang jelek atau biasa menjadi lebih baik hingga tingkatan sempurna.

Sayangnya menjamurnya praktik operasi plastik tak menjamin bahwa semua proses operasi plastik terjamin, aman dan bisa dipertangjawabkan secara medis. Beberapa pemberitaan memaparkan bahwa pesatnya industri yang menawarkan kesempuraan ini membuat banyak pelaku industri ini yang mengambil jalan pintas. Apa saja?

Dokter yang bukan spesialis operasi plastik mendadak menjadi ahli permak wajah. Maklum karena persediaan dokter spesialis tidak mencukupi. Alih profesi kedokteran merebak. Alasannya karena menjadi dokter yang menjalankan operasi plastik menghasilkan uang yang lebih banyak ketimbang dokter anak atau dokter penyakit berat. Lagipula statusnya lebih mentereng ketimbang menjadi dokter spesialis lainnya; yang malah harus berhadapan dengan resiko pasien meninggal atau penyakit menular. Setali tiga uang dengan perawat dan petugas medis lainnya.

Klinik operasi plastik mempekerjakan dokter-dokter bedah secara marathon. Belasan pasien setiap harinya karena memang permintaan permak wajah dan tubuh begitu tinggi. Dokter yang kelelahan ini tentu bisa hilang konsentrasinya dan berdampak pada kelalaian medis. Akhirnya nyawa pasien pun bisa melayang. Ingin mempercantik wajah tapi malah tinggal nama.

Pun masih ditambah dengan klinik abal-abal tanpa sertifikasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Asalkan biaya operasi plastiknya lebih miring dengan iklan yang cukup meyakinkan, sebuah klinik operasi plastik bisa menerima pasien. Terutama bila pasiennya orang asing yang tak paham Bahasa Korea dan tak mengerti prosedur yang legal dan berlaku di Korea Selatan.

Malpraktik pun tak dapat dihindarkan. Sayangnya karena permintaan yang begitu tinggi, masih saja ada pasien-pasien yang nekat untuk mempermak wajahnya meski tempat praktik operasi plastiknya tak memenuhi standar medis. Alhasil bukannya menjadi lebih sempurna. Justru sebaliknya. Wajah yang biasa-biasa saja malah rusak parah. Bukannya lebih percaya diri tapi rasa malu yang tak dapat ditanggung. Tak jarang ada yang memilih untuk mengakhiri hidupnya karena dampak negatif malpraktik ketimbang menuntut klinik dan dokter operasi plastik.

Sayang sekali. Operasi plastik sendiri sudah memiliki resiko tersendiri. Apalagi bila ditambah dengan malpraktik yang terjadi karena ingin mengambil keuntungan dari booming industri perbaikan wajah dan tubuh dengan pisau bedah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s