Perkembangan Alat Tulis

Sekarang ini alat tulis sudah canggih. Buku mulai jarang digunakan. Digantikan dengan komputer yang bisa membuat menulis—atau tepatnya mengetik—menjadi efisien, lebih cepat dan lebih produktif.

Beda dengan sekarang, jaman dulu menulis merupakan hal yang tak lumrah. Ribuan tahun yang lalu tak semua orang bisa menulis. Membaca saja tak bisa. Orang yang bisa membaca dan menulis dianggap sebagai orang yang berilmu tinggi. Kebanyakan orang masih berkomunikasi secara lisan. Hanya sedikit orang yang diijinkan untuk belajar mengeja huruf dan menuliskannya di papan batu, kertas papirus atau lempengan kayu yang khusus untuk menulis.

Setelah kertas ditemukan, mulai makin banyak orang yang bisa membaca. Juga mulai menulis meskipun masih relatif terbatas. Kertas dan tinta masih merupakan barang yang mahal. Hanya mereka yang beruntung yang bisa mempelajari komunikasi tertulis melalui kertas.

Akhirnya kertas diproduksi secara masal. Dengan begitu harganya pun jauh lebih murah. Kertas bisa didapatkan dengan lebih mudah di mana-mana. Pun tintanya yang menjadi bolpoin dan pensil. Lebih praktis untuk menulis kapan saja dan di mana saja.

Perkembangan selanjutnya lebih menarik karena adanya penemuan mesin ketik. Dengan mesin ketik, tulisan bisa dibuat secara standar. Ukuran kertas sama, warna tinta hanya ada hitam dan formatnya pun tak terlalu banyak variasi. Tulisan menjadi ketikan. Apapun yang diketik menjadi lebih formal.

Namun memerlukan waktu yang cukup lama dari terciptanya mesin ketik hingga ke mesin ketik otomatis. Mirip seperti printer. Tahap berikutnya mesin ketik mulai digantikan oleh komputer. Komputer di masa awalnya memiliki program pengolah kata yang masih terbatas fungsinya. Hasil tulisan tercetak melalui printer. Itu pun hanya printer dengan tinta berwarna hitam.

Tahun berganti dan komputer makin canggih. Program pengolah kata berubah menjadi aplikasi-aplikasi yang memudahkan penggunanya untuk memproduksi lebih banyak kata, kalimat dan paragraf secara cepat. Tak hanya itu, formatnya pun bisa diubah-ubah dengan mudah. Tulisan bisa dicetak di berbagai media; tak hanya semata printer. Bahkan tulisan bisa disebarkan dengan lebih efisien melalui format dokumen yang bisa dikirimkan ke komputer yang lain atau diunggah di Internet. Tulisan seseorang bisa dibaca oleh lebih banyak orang.

Dan selamat datang di jaman sekarang. Makin banyak orang yang mulai menulis langsung dari layar ponsel pintar. Entah itu aplikasi email, pengolah kata versi mobile atau catatan mini. Proses menulis bisa dilakukan saat komuter, di restoran dan bahkan ketika nongkrong di toilet. Praktis dan efisien.

Dengan adanya alat-alat tulis yang modern sekarang ini, disamping buku dan kertas yang murah, tak ada alasan untuk tak mulai menulis. Menulis bukan hobi atau ditujukan untuk segelintir orang. Menulis adalah suatu kebiasaan. Budaya menulis sudah seyogyanya menjadi gaya hidup sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s