Termakan Iklan

Iklan mampu menjangkau lebih banyak orang karena iklan muncul melalui banyak media. Tak hanya sebatas iklan di televisi dan di radio. Ada iklan yang tercetak di koran dan majalah. Iklan pun jelas tampil di berbagai situs; banyak iklan yang harus ditutup sekedar bisa melihat konten yang disajikan. Saat di jalanan, berbagai spanduk dan baliho pun penuh dengan iklan yang menonjol dan bisa dilihat dari jarak yang jauh.

Sulit untuk melepaskan diri dari iklan. Bahkan beberapa iklan—yang unik, khas dan ‘pintar’—ramai menjadi perbincangan dan candaan. Otomatis pesan iklannya pun tersampaikan. Yaitu produk atau layanan yang ditawarkan ke masyarakat luas.

Dan suatu iklan boleh dikatakan berhasil bisa ada orang yang membeli produk atau layanan yang dimaksud. Ada produk berupa rokok, makanan, minuman, obat hingga kondom. Layanan pun juga laris manis seperti layanan telekomunikasi berupa berbagai kartu ponsel, hotel dan travel.

Jika suatu saat saya, Anda atau orang lain membeli produk atau menggunakan layanan—baik secara sadar atau tidak—berarti sudah termakan iklan. Entah hanya ingin mencoba barang baru, betul-betul percaya dengan iklannya atau malahan tak terpikir merek lain karena begitu suatu merek memborbardir iklan secara masif.

Iklan sekarang memang hebat. Bisa menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat; yang terlepas dari latar belakang pendidikan dan pemikiran tapi malah terkesan lebih mudah termakan iklan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s