Ramen

Saya kangen untuk mengudap Ramen. Makanan yang identik dengan Jepang. Hanya karena melihat gambar-gambar mangkok berisi Ramen. Omong-omong apa sih Ramen?

Ramen atau mi kuah Jepang ini pada mulanya berasal dari Tiongkok. Sedangkan mi yang asli dari Jepang adalah Soba yang umumnya disajikan tanpa kuah. Bahkan Soba lazim disajikan secara dingin dengan taburan es batu saat disajikan di siang hari.

Ramen disukai karena memang sesuai dimakan ketika temperatur udara turun. Mi kuah yang panas memang bisa menghangatkan tubuh di malam hari atau di musim dingin. Ramen berkembang dengan pesat terutama di wilayah-wilayah dingin seperti kota-kota di Pulau Hokkaido yang terletak di bagian Utara  Jepang.

Kemudian setelah itu Ramen berkembang di daerah-daerah lainnya. Ramen di satu daerah memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lainnya. Hal itu terjadi karena selera makan berbeda di tiap daerah dan tergantung dengan ketersediaan bahan makanan di wilayah geografis yang berbeda.

Oleh karena itu kita sekarang mengenal Ramen dari Hokkaido, Aomori, Kanto, Shinetsu, Tokai, Kinki, Chugoku & Shikoku, dan Kyushu. Dalam setiap daerah itu masih dibagi-bagi lagi Ramen khas tiap kota.

Tidak pas bila ada yang mengklaim bahwa Ramen dari suatu kota adalah yang paling terkenal dan paling enak. Alasannya karena selera orang berbeda-beda. Penduduk asli Kota Sapporo pasti akan menyukai Sapporo Ramen dibanding ramen dari daerah yang lain hanya karena cita rasa mereka jelas cocok dengan bumbu dan bahan-bahan dari Sapporo Ramen. Begitu pula penduduk dari daerah yang lain.

Ramen tak hanya disukai di Jepang saja. Ramen kini menyebar ke negara-negara lain. Rumah makan yang menyediakan Ramen pun tersebar ke mana-mana. Berbeda dengan Sushi atau Sashimi, yang berupa ikan mentah sehingga banyak orang tidak doyan, Ramen disukai karena memang rasanya familiar dan disajikan dengan kuah yang menambah gairah makan.

Hmm. Menuliskan tentang Ramen makin bikin saya kangen dengan makanan ini. Jadi ingat dengan momen mengudap Ramen di Rumah Makan Sumire di Kota Sapporo di sebuah malam pada musim semi beberapa tahun yang lalu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s