Penjual Jamu di Pasar Tradisional

Pagi tadi saya sudah sempatkan diri pergi ke pasar tradisional dekat rumah. Lumayan tertata rapi pasarnya karena baru saja kelar renovasi. Laiknya pasar tradisional lainnya, pasar ini menjadi ratusan pegadang besar dan kecil untuk menjual barang dagangannya. Pun ada ribuan pembeli yang datang setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Salah satu yang menonjol adalah penjual jamu di tengah pasar. Tak seperti penjual lainnya, kebanyakan pembeli jamu tersebut adalah orang-orang di pasar tersebut. Mulai dari sesama pedagang, buruh angkut, pembersih pasar, penjual eceran hingga penagih kredit harian.

Penjual jamu tersebut memberikan kekuatan tersendiri bagi orang-orang di pasar tersebut tiap hari. Memberi kesegaran bagi penjual yang dahaga berteriak-teriak tawarkan barangnya. Menyembuhkan mereka yang sedang didera batuk, masuk angin dan kurang tenaga. Meringankan pegel linu yang didera para buruh angkut. Tentu juga menyediakan telinga untuk mendengarkan cerita dan menyapa mereka yang lewat.

Boleh juga. Penjual jamu tersebut memiliki fungsinya di pasar tersebut. Supaya banyak orang yang di pasar tetap sehat dengan ‘oplosan’ jamu-jamunya. Tentu sembari meraup untung yang cukup untuk menyambung hidup sehari-harinya. Lagipula memang itu kemampuannya. Meracik rempah dan bahan tradisional menjadi minuman berenergi selaiknya suplemen bagi orang-orang yang modern.

Jamu memang tak sama dengan minuman lainnya. Ada kandungan berkhasiat yang bisa dengan mudah didapat. Cukup dengan menenggaknya. Membayar harga segelas jamu. Kemudian segera segar seperti semula.

Coba tanpa adanya penjual jamu tersebut. Pasar menjadi lesu karena penjualnya dalam kondisi tak bugar, buruh angkut tak bertenaga dan pembelinya kehausan di dalam pasar. Pasar yang lesu berimbas pada… ekonomi yang lemah. Repot, bukan? Penjual jamu memang dibutuhkan di pasar-pasar tradisional.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s