Sensor Belahan Dada di Televisi

Ada keheranan tersendiri mengapa televisi-televisi di tanah air mengaplikasikan sensor pada adegan-adegan yang menggambarkan belahan dada perempuan. Padahal adegan tersebut merupakan adegan yang biasa-biasa saja. Lumrah untuk melihat baju dengan belahan dada di masa sekarang ini.

Justru dengan adanya sensor, audiens televisi jadi lebih penasaran dengan sensor yang berupa lapisan kecil yang mengaburkan gambar belahan dada. Sekaligus jengkel karena gambar visual di layar kaca menjadi terganggu dengan adanya sensor itu.

Apakah tampilan belahan dada otomatis bisa merusak moralitas penonton dan penduduk tanah air secara umum? Tentu tidak. Tidak bila penonton menganggap belahan dada sebagai hal yang biasa-biasa saja. Tidak porno. Tidak pula langsung membuat yang melihatnya terangsang lalu ingin melakukan perbuatan yang terlarang.

Namun sensor belahan dada tak hanya diberlakukan di tanah air. Negeri Tiongkok pun melakukannya secara masif. Brutal. Tak hanya ditutupi dengan sensor kabur pada gambar belahan dada tapi justru gambar adegan hanya memperlihatkan bagian di atas leher dengan teknik zoom. Lebih ekstrim, bukan?

Apakah belahan dada benar-benar menakutkan? Harusnya tidak. Biarkan saja terlihat. Belahan dada sesuatu yang bisa dinikmati dan dihargai. Sesuatu yang wajar. Bukan hal yang menakutkan karena bisa hancurkan moral orang yang melihatnya.

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s