Tewas Gara-gara Selfie

Duh! Meregang nyawa gara-gara selfie? Sayang sekali. Tapi apa boleh buat bila nyawa hilang karena kesalahan diri sendiri yang tak hati-hati. 

Tahun 2014, yang sudah kita lalui, menjadi tahun di mana selfie menjadi trend tersendiri untuk tahun tersebut. Kalau hanya selfie sendiri sih tak menjadi soal. Selfie urusan masing-masing orang. 

Namun beberapa surat kabar mulai memberitakan orang-orang yang melakukan selfie yang menyerempet bahaya. Dan akhirnya tewas karena kelakuan mereka sendiri. Selfie sambil menantang maut rupanya menjadi keisengan yang memakan korban. 

Mungkin karena semakin ‘heboh’ gaya selfie yang didapat, makin tertantang pula untuk mengambil selfie dengan resiko yang lebih besar. Terutama bila selfie tersebut diunggah di jejaring sosial. Makin banyak ‘like’ atau ‘favorit’, makin membesar pula keinginan narsis dengan gaya-gaya yang sebenarnya membahayakan nyawa. 

Di saat yang sama, teman-temannya ikut-ikutan untuk selfie yang menantang maut. Seperti laiknya kompetisi saja. Yang jelas sangat tidak sehat. Tapi apa boleh buat. Banyak orang malah senang menantang maut hanya demi ‘sebuah tepuk tangan’ dan ‘komentar seru’ dari rekan-rekan mereka. Apalagi mereka yang masih muda belia. Justru makin tertantang untuk unjuk gigi. 

Hasilnya bisa ditebak. Tak semuanya selamat selife sambil menantang maut. Mulai dari kecelakaan ringan, patah tulang, koma hingga berujung tinggal nama saja. 

Seperti apa selfie yang berbahaya? Ini beberapa contohnya. Selfie di atas gedung atau menara. Selfie di tengah-tengah demonstrasi yang menjurus kekacauan. Selfie di medan perang (yang anehnya benar-benar terjadi). Selfie dengan binatang buas. 

Dan peristiwa yang terakhir adalah selfie ketika menerbangkan pesawat kecil. Berakhir tragis karena pilotnya disorientasi ketika lampu blitz dari ponselnya menyala saat mengambil selfie. Lalu pesawatnya hilang kendali, jatuh dan menewaskan pilot tersebut. Foto diri yang terakhir. 

Untuk apa sih selfie menantang maut? Paling karena narsis yang kebablasan. Mencari perhatian karena kurang perhatian. Dan di saat yang sama terlalu banyak kadar adrenalin mengalir di badan dan rendahnya tingkat akal sehat. 

Hidup memang seingkali membosankan. Tapi tak perlu sampai selfie dengan resiko tinggi. Lagipula hidup menawarkan banyak hal yang berwarna dan menarik bagi mereka yang berumur panjang. Bagi yang tak bijaksana, biasanya memang rentang hidupnya pendek. Atau lebih tepatnya makin diperpendek oleh kebodohan dan kurang hati-hati dalam hidup yang sejatinya sudah penuh dengan bahaya dan aral-melintang. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s