Penerbangan Telat, Penumpang Mengamuk

Penerbangan terlambat terbang sudah biasa. Cuaca buruk, kerusakan mekanik atau malfungsi bandara. Asalkan maskapai memberikan informasi, janji untuk segera terbang dan makanan pastilah penumpang bisa memahami. Mau menunggu hingga penerbangan siap terbang. 

Tetapi bila molor berjam-jam tanpa ada alasan yang masuk akal dan tak segera ada konfirmasi kapan bisa mulai terbang tentu membuat penumpang tak sabar dan marah-marah. 

Kalau penumpang marah besar hingga mengobrak-abrik kantor maskapai tentu sudah tidak benar. Tindakan anarkis. Yang tak akan membuat kondisi membaik.

Bahkan membentak-bentak petugas konter di ruang tunggu tak akan mengubah keadaan. Para petugas hanya bekerja dan menunggu instruksi. Mereka sama-sama manusia yang punya perasaan. Hanya posisi mereka terjepit. Sering mereka tak diberi tahu apa yang sesungguhnya terjadi sehingga hanya bisa pasrah. BIla petugas menghilang itu karena situasi sudah tidak kondusif bagi keamanan mereka sendiri. 

Kemarahan penumpang tak serta-merta membuat penerbangan mendadak siap. Bila memang pesawatnya tak kunjung datang, tak mungkin ada penerbangan. 

Lalu bagaimana kalau ada maskapai yang membuat kecewa penumpang karena telat terbang tanpa konfirmasi sama sekali padahal sudah ditelantarkan setengah hari atau dua hari?  

Pertama yang bisa dilakukan adalah membuat catatan keterlambatan penerbangan. Catatan ini berguna untuk mengklaim keterlambatan. Juga bisa digunakan untuk pengembalian uang bila pesawat tak jadi berangkat sama sekali. Bahkan catatan ini bisa dipakai untuk menuntut maskapai tersebut sesuai dengan hukum dan prosedur yang berlaku untuk mempertanggungjawabkan kerugian yang sudah diderita oleh penumpang. 

Kedua, penumpang bisa menghubungi pihak bandara untuk menanyakan kejelasan kapan terbang. Pihak bandara tentu akan berusaha mencari solusi yang terbaik. Pihak bandara mengetahui trafik pesawat, cuaca dan informasi fasilitas bandara yang bisa dipakai oleh penumpang yang terlantar.

Ketiga, sabar menunggu. Bila sudah terlalu lama — terutama bila bepergian dengan orang tua, anak-anak, orang sakit — segera putuskan tindakan yang paling masuk akal untuk dilakukan. Semisal terbang dengan maskapai lain atau memilih pulang saja. Refund atau tuntutan hukum bisa dilakukan lain hari. Yang penting anggota keluarga selamat dan tidak ikut terkatung-katung.    

Keempat, cukup sebarkan informasi keterlambatan melalui jejaring sosial media. Bila semua penumpang yang terlantar menyebarkan informasi keterlantaran mereka bersama-sama tentu menjadi hukuman tersendiri bagi maskapai yang tak bertanggungjawab tersebut. Calon penumpang lain jadi urung bersama maskapai tersebut. 

Ingat. Tak perlu mencaci-maki di Facebook atau Twitter karena tindakan ini bisa merugikan diri sendiri. Ingat bahwa mencemarkan nama baik orang atau korporasi bisa berujung pada tuntutan hukum. Cukup sebarkan kondisi yang terjadi sesuai fakta. Otomatis kondisi tersebut akan diketahui oleh puluhan hingga ribuan orang lainnya di Internet. 

Penerbangan telat tak perlu marah-marah lagi. Tak perlu mengamuk. Tanggapi dengan pikiran jernih dan kepala dingin. Lakukan langkah yang taktis seperti di atas. Maskapai yang tidak berorientasi pada kepuasan dan keselamatan penumpangnya tentu cepat atau lambat akan ditinggalkan oleh calon penumpang. Lagipula masih ada maskapai-maskapai lainnya yang performanya lebih baik. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s