Terlantar di Bandara

Yang namanya aral melintang memang suatu saat bisa terjadi. Apalagi kalau berhubungan dengan transportasi publik seperti penerbangan pesawat. Seperti delay yang membuat pesawat — oleh karena suatu sebab — telat take-off. Atau malah batal sama-sekali. 

Kalau sudah begitu penumpang pun terkatung-katung di bandara. Menunggu pesawat berangkat tapi tak ada konfirmasi apapun dari maskapai penerbangan yang dinaiki. Memutuskan pulang dan tak jadi terbang juga tanggung. Kalau hanya menunggu kurang dari 3 jam masih bisa sabar. Tapi kalau sudah lebih dari 6 jam tak ada kabar apapun jelas membuat frustasi dan marah. 

Tapi penumpang yang cerdas tak akan terlantar di bandara. Segera lakukan tindakan taktis supaya tetap nyaman di bandara meskipun benar-benar ditelantarkan oleh maskapai penerbangan yang ‘pelayanannya benar-benar bikin naik pitam’. 

Pertama yang dilakukan adalah mencoba berkomunikasi dengan petugas boarding room atau konter check-in dari maskapai penerbangan tersebut. Bila disuruh menunggu jangan mau. Terus tekan tapi tetap santun. Ajak penumpang yang lain untuk bersama-sama menekan. Ingat bahwa jumlah orang mempengaruhi besar tekanan. Makin ditekan biasanya bikin staf dari maskapai tersebut berusaha sebaik-baiknya untuk melakukan sesuatu. Ingat slogan Bersama Kita Bisa

Setelah itu lakukan langkah kedua yaitu amankan rombongan yang pergi bersama dengan kita dan barang-barang bawaan. Bila membawa orang tua, anak-anak atau orang sakit maka prioritaskan mereka untuk menuju ke kafe atau lounge dengan tempat duduk dan makanan. Supaya mereka tidak ikut frustasi, bisa makan minum dan berada dalam kondisi yang nyaman. Sedangkan barang bagasi bisa dititipkan ke tempat penyimpanan barang supaya tidak hilang. Penting untuk langsung membeli makanan dan minuman untuk persediaan sendiri; tak perlu harapkan makanan dari maskapai yang lepas tangan. Kesehatan diri sendiri lebih penting, bukan? 

Ketiga adalah menghubungi keluarga atau teman yang menjemput atau menanti di bandara tujuan. Bila ada informasi tentu akan membuat yang menunggu jadi berkurang rasa khawatirnya. Selain itu aktifkan alat komunikasi untuk mengasup informasi penerbangan terkini, jejaring sosial untuk mencari tahu informasi tambahan dari penumpang lain yang terlantar dan tentunya pesan instan untuk terus berhubungan dengan orang lain. Bila baterai ponsel hampir habis segera cari tempat untuk charging atau gunakan power bank. Jaga alat komunikasi supaya terus aktif. 

Keempat tentunya harus memutuskan apakah mau terus menunggu, ganti penerbangan lain atau balik badan. Tentunya harus memastikan bahwa refund tiket harus bisa dilakukan supaya tidak rugi. Tapi kalau tidak mau repot, relakan saja ketimbang emosi. 

Kelima, dan ini yang paling penting, adalah memastikan tidak terbang lagi bersama ‘maskapai yang bikin ilfil dan naik darah’ di masa depan. Bisa juga memakai mode transportasi yang lain. Tapi kalau maskapai tersebut hanyalah satu-satunya yang melayani rute tersebut, ya apa boleh buat. Paling tidak pada penerbangan berikut sudah ada persiapan yang lebih matang bila sewaktu-waktu terlantar lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s