Pedagang dan Pembeli di Pasar Rakyat

Ada rasa heran di benak saya mengenai pedagang-pedagang yang berjualan di pasar rakyat. Banyak dari pedagang tersebut menawarkan barang jualan yang relatif sama dengan sebelahnya, dengan pedagang lainnya di pasar tersebut. Apa bakalan laris manis? Pasti persaingannya akan menjadi ketat dan tidak sehat. 

Ternyata rasa heran saya terjawab. Meskipun jualannya banyak yang sama, masing-masing pedagang memiliki pelayanan, harga dan keramahan yang berbeda-beda. Pembelinya pun tak sama. Pembeli yang akan memilih akan berbelanja pada pedagang yang disukainya. Faktor kesukaannya pun bisa berdasarkan harga barang yang dijual, kebersihan, dan kenal atau tidaknya pelanggan dengan pedagangnya. 

Baik pedagang dan pembeli sama-sama bebas melakukan transaksi. Berdasar emosi atau akal sehat. Ada pedagang yang menjadi favorit banyak pembeli. Tapi toh tak membuat pedagang yang lain menjadi tidak kebagian ‘kue rejeki’. Masing-masing pedagang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan laba dari penjualan mereka. 

Pembeli bebas memilih untuk membeli pada pedagang yang memberikan harga terbaik, barang yang bermutu dan mungkin saja karena karakter pedagangnya yang supel dan murah senyum. Bisa saja pembeli berlangganan pada suatu pedagang tetapi di saat yang lain membeli dari pedagang yang lainnya. 

Ada keseimbangan tersendiri di sebuah pasar rakyat. Transaksi berjalan lancar. Barang dagangan dan kebutuhan sehari-hari terdistribusikan dengan sendirinya. Yang lebih penting, sebuah pasar mampu memberikan kesejahteraan bagi pedagang dan pembeli di saat yang sama. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s