Mafia Beras

Konon harga beras naik drastis karena campur tangan mafia beras. Dengan memainkan distribusi dan stok beras, mafia beras mampu membuat jumlah beras yang beredar di pasaran menjadi lebih sedikit. Padahal kebutuhan akan konsumsi beras tetap tinggi. Alhasil harga beras pun naik dengan cepat.

Katanya juga harga beras sengaja dibuat naik sehingga pemerintah mau membuka impor beras dari luar negeri. Dalam proses impor beras tentu ada yang diuntungkan. Siapa lagi kalau bukan mafia beras sendiri.

Pemerintah seprtinya bijak melihat situasi. Gelontorkan beras cadangan ke pasaran guna menurunkan harga beras. Bila harganya turun tentu masyarakat tak protes. Tak lagi kelaparan karena susah makan nasi. Pemerintah tegas tak akan menambah impor beras.

Namun ada tindakan yang nyata yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu pemerintah menekan harga beras. Yaitu mengurangi konsumsi beras dalam jumlah banyak karena telah bertahun-tehun bergantung pada beras. Bukan berarti puasa atau mengurangi asupan makan. Tapi mengurangi konsumsi beras dengan mengasup bahan makanan alternatif seperti jagung, ketela atau sagu; yang justru dulu menjadi fondasi ketahanan pangan di jaman raja-raja dan masa kolonial. Tubuh malah menjadi lebih sehat bila mengonsumsi bahan makanan yang variatif. Tak melulu tergantung pada beras secara terus-menerus.

Mafia beras, bagaimana pun, akan selalu ada karena mereka mendapat untung bila distribusi dan produksi beras tidak lancar sehingga harga bisa dimainkan. Namun peran pemerintah dan masyarakat sendiri bisa mengurangi praktek merugikan para mafia beras.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s