Buang Sampah Sembarangan

Perihal sampah itu memang rumit. Tidak mudah diatasi. Permasalahan kompleks yang selalu ada selama manusia hidup dan mengkonsumsi banyak barang dan makanan selama hidupnya.

Mungkin bagi banyak orang yang berlangganan jasa pembuangan sampah — yang mana tukang sampah mendatangi rumah-rumah untuk mengambil sampah — tentunya sampah tak lagi menjadi masalah. Semua sudah terselesaikan. Sampah pergi ke mana tak ada yang benar-benar peduli. Yang penting sampah sudah keluar dari rumah. 

Sedangkan yang tidak berlangganan sampah bisa mengubur sampah di halaman rumah. Tindakan seperti ini hanya bisa dibenarkan bila sampah yang dikuburkan merupakan sampah organik. Misalnya seperti sisa makanan. Sedangkan sampah plastik yang tidak akan terurai dengan sempurna harus dibuang di tempat lain. Membakar tak selalu menjadi solusi terbaik karena menjadi polusi udara.

Lalu mengapa ada begitu banyak got, selokan, drainase dan bahkan sungai yang mampet karena ada begitu banyak sampah? 

Sederhana jawabnya. Ada sekian banyak orang yang tak memahami bahwa sampah harus dibuang di tempat yang benar. Malahan membuang sampah, dengan sengaja, ke saluran air.

Mengapa bisa begitu?

Orang yang membuang sampah secara sembarangan tidak peduli benar dengan sampah dan lingkungan sekitar. Mungkin ada yang sadar bahwa yang mereka lakukan tidak etis tetapi tetap saja melakukannya. Cara ngawur seperti ini yang membuat saluran air tidak bisa berfungsi dengan maksimal atau tidak berfungsi sama sekali. 

Akibatnya?

Banjir. Penyebaran penyakit. Pemandangan yang tidak sedap dilihat oleh mata.

Lalu siapa yang disalahkan?

Biasanya orang-orang langsung menuding aparat pemerintah daerah tidak bisa mengatasi masalah sampah. Benar bahwa ada saja oknum pejabat yang mengkorupsi dana pembangunan drainase dan pengelolaan sampah. Tapi tak semuanya seperti itu. Sampah yang dibuang sembarangan skalanya sangat besar karena ada banyak anggota masyarakat yang tidak peduli dengan urusan sampah.

Omong-omong, semua sampah yang diambil tukang sampah perginya ke mana?

Tukang sampah mengambil sampah dari rumah ke rumah memakai keranjang sampah. 

Kemudian sampah ditransfer ke truk sampah ke tempat pembuangan sampah sementara. Di sini banyak pemulung yang memilah sampah untuk mengambil bagian sampah yang masih bisa didaur-ulang atau dijual karena masih ada harganya.

Seterusnya sampah bisa dibuang ke TPA, Tempat Pembuangan Akhir. Bagaimana setelah itu tidak tahu. Mungkin ada alat pembakaran sampah. Mungkin hanya ditumpuk bertahun-tahun. Entah bagaimana.

Mengapa bisa tiba-tiba menulis tentang sampah?

Aha! Jengkel dengan sampah. Bukan sampah sendiri karena saya sudah berlangganan jasa tukang sampah. Tukang sampah mengambil sampah saya setiap harinya dengan lancar. Tidak ada masalah dengan itu. Tapi saya jengkel karena ada saja orang-orang yang dengan sengaja membuang sampah di dekat selokan depan rumah saya.

Siapa yang memberesi sampah-sampah itu?

Siapa lagi kalau bukan saya yang membersihkannya. Kalau bukan saya, siapa lagi yang mau mengurusnya. Sedikit demi sedikit pasti bisa bersih. Namun ada bantuan dari alam yaitu ketika hujan turun sangat deras. Alhasil aliran airnya sangat lancar sehingga mendorong sampah-sampah itu lebih jauh. Selokan depan rumah pun menjadi bersih kembali. 

Sampah memang menjadi permasalahan yang abadi. Namun sampah bisa dikelola dengan baik asalkan masyarakat sekitar paham dan sadar untuk membuang sampah dengan benar dan bijaksana. Tidak asal buang dan akhirnya sampah menjadi permasalahan orang lain.

Catatan: akhirnya siang ini hujan deras. Semoga dengan begitu sampah di selokan bisa tergelontor sehingga selokan depan rumah bisa bersih kembali.   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s