Ponsel Berkamera dan Kesantunan

Adanya ponsel berkamera membuat banyak orang semakin mudah untuk mengambil gambar. Sayangnya karena latah dan kurangnya tata krama menjadikan sekian banyak orang mengabaikan kesantunan kala memotret dengan ponselnya.

Pada jaman dulu hanya fotografer profesional yang mengambil gambar dalam acara-acara seremonial, hajatan, duka cita dan kegiatan keagamaan.

Beda dengan sekarang. Siapa saja yang memiliki ponsel berkamera sepertinya tidak sanggup lagi menahan diri untuk segera ikut-ikutan mengambil gambar; baik objek fotonya atau dirinya sendiri. Perayaan atau hajatan yang tadinya sakral atau berkesan menjadi berkurang kadarnya karena ada beberapa kerumunan orang yang mengambil foto secara suka-suka. Tak peduli lagi bahwa mereka malah menutupi momen yang istimewa tersebut. Celakanya lagi fotografer profesional yang sudah disewa malah tertutup dengan adanya orang-orang yang mengambil foto dengan ngawur dan sesuka hati tadi.

Selain itu sepertinya sebagian orang tak lagi menikmati suatu peristiwa penting dengan baik karena sudah terlalu sibuk dengan ponsel berkameranya. Pun ditambah dengan mengunggah foto-foto tersebut ke Internet. Sibuk sendiri dengan foto-foto tersebut alih-alih mengikuti jalanannya acara.

Memiliki ponsel berkamera dan foto-foto tentu boleh. Asalkan masih santun dan tidak mengganggu momen yang sedang berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s