Pabrik di Tiongkok

Sepertinya tak ada orang yang bercita-cita untuk bekerja di pabrik. Mereka yang bekerja di pabrik biasanya orang-orang yang tak memiliki pilihan lain. Suka atau tidak suka mereka akhirnya menjadi pekerja pabrik.

Mengapa tak banyak orang yang ingin bekerja di pabrik?

Pabrik menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Namun jenis pekerjaan yang ada di pabrik menuntut kerja keras. Pekerjaannya monoton dan manual. Yang paling ditakuti adalah resiko pekerjaan yang berbahaya karena melibatkan alat manufaktur yang besar-besar dan bermacam campuran kimiawi dalam proses produksinya.

Meskipun pekerjaan di pabrik memiliki tingkat resiko yang tinggi, pekerja pabrik hanya mendapat bayaran yang rendah. Tanpa adanya jaminan kesehatan yang memadai seperti karyawan kantoran. Tak jarang hubungan kerja pekerja pabrik hanya sebatas pekerja kontrak; bukan pegawai permanen.

Tapi mengapa banyak sekali orang mau bekerja di pabrik dengan kondisi seperti itu?

Butuh duit. Itu jawabnya. Pekerjaan pabrik pun banyak yang antri. Padahal resiko tinggi, gaji pun kecil.

Salah satu negara di dunia yang memiliki skala pabrik dan industri sangat besar adalah Tiongkok. Boleh dibilang banyak barang di seluruh dunia sebagian besar berasal dari sekian banyak pabrik yang berdiri dan beroperasi di negeri ini, terutama barang-barang elektronik.

Banyaknya barang yang diproduksi, disuplai dan diekspor oleh Tiongkok jelas berkontribusi terhadap skala ekonomi negara ini. Tiongkok sukses menjadi negara industri urutan nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat.

Sayangnya sekian banyak pabrik-pabrik tersebut, yang memiliki jutaan pekerja, tidak peduli dengan nasib orang-orang yang bekerja di pabrik. Sebagian besar pabrik memiliki kondisi bekerja yang tidak aman dan tidak sehat.

Alhasil banyak korban jiwa dan kecelakaan kerja yang terjadi. Tak hanya cacat. Tapi juga mendapatkan penyakit syaraf, kanker dan disfungsi tubuh.

Oleh karena pabrik-pabrik tersebut berorientasi pada profit secara serakah, santunan dan bantuan tidak diberikan dengan semestinya. Bahkan banyak pabrik yang berusaha menutup mulut pekerjanya yang terluka dan sakit parah dengan tekanan atau uang tutup mulut.

Barang-barang yang berasal dari Tiongkok memang murah. Terutama barang elektronik. Namun semua barang itu dihasilkan oleh proses industri yang merugikan pekerjanya. Nyawa dan kehidupan manusia yang bernilai kalah tinggi nilainya dengan keuntungan yang didapat dari produksi berbagai barang murah meriah.

Bila ingin membaca bagaimana situasi pabrik-pabrik di Tiongkok, silakan membaca artikel berbahasa Inggris yang dilangsir oleh Wired di bawah ini.

http://www.wired.com/2015/04/inside-chinese-factories/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s