Anak Kucing yang Kurang Beruntung

Mitos mengatakan bahwa kucing memiliki nyawa rangkap 9. Hebat, bukan? Andaikata film, judulnya pasti Die Hard. Asumsinya dengan nyawa lebih dari satu, kucing bisa memiliki rentang hidup yang panjang. Buktinya belum sekalipun saya melihat ada kucing yang mati dengan mata kepala saya sendiri.

Rasa penasaran yang muncul yaitu apakah kucing bisa mati? Tentu saja kucing bisa mati karena begitulah kodrat makhluk hidup. Berkali-kali saya juga mendengar ada tetangga atau keluarga yang kucing peliharaannya mati. Tapi belum pernah membuktikannya sendiri.

Minggu lalu rasa penasaran saya pun terjawab. Justru itu yang membuat saya sedih.

Saat melihat halaman rumah di pagi hari pandangan saya tertuju pada anak kucing yang tergeletak tak bergerak di dekat jalan. Setelah memeriksanya ternyata anak kucing tersebut sudah mati.

Mungkin anak kucing tersebut tak sengaja terpisah dari induknya, kemudian terseret arus selokan yang cukup kuat atau mati kedinginan karena hujan semalaman yang cukup deras. Anak kucing tersebut memang kurang beruntung nasibnya.

Apa boleh buat. Rasa kasihan tidak mengubah kenyataan. Tak ada lagi yang bisa diperbuat kecuali menguburkannya di halaman rumah. Paling tidak itu yang bisa saya lakukan untuk anak kucing sehingga bisa mendapat perlakuan yang lebih baik di saat akhirnya. Ketimbang hanya teronggok di halaman rumah dan tubuhnya dikerubuti oleh binatang lain.

Selamat jalan untuk anak kucing dengan bulu berwarna oranye. Bila ada reinkarnasi di dunia ini, semoga anak kucing itu bisa memiliki kehidupan yang lebih baik di kehidupan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s