Keterbatasan dan Kreativitas

Orang yang dangkal ilmu dan kurang sukses adalah mereka yang selalu menyalahkan keterbatasan mereka.

Entah itu kondisi keluarga yang tidak memadai. Kurangnya pendidikan. Negara yang bobrok karena dipimpin oleh pejabat yang korup. Bahkan bisa marah-marah pada Sang Pencipta karena merasa terlahir di tempat dan waktu yang sangat salah.

Kalau sudah begitu mau apa lagi. Biarkan saja mereka terkungkung dalam keterbatasan mereka sendiri. Itu bukan salah siapa-siapa tetapi diri mereka sendiri karena tak mampu beranjak menuju kondisi yang lebih baik.

Sedangkan mereka yang sukses dan berwawasan luas adalah orang-orang yang tak bisa dibatasi oleh kondisi apapun. Orang-orang ini memiliki kemampuan yang seakan-akan terlihat tak terbatas. Padahal mereka insan manusia yang biasa-biasa saja. Bedanya mereka mampu melihat keterbatasan sebagai pengungkit usaha dan kerja keras mereka.

Apa yang dianggap oleh orang lain adalah sebuah keterbatasan malah menjadi pemicu kreativitas. Orang-orang sukses ini melangkah dengan mantab. Tak peduli berapa kali jatuh ke tanah, mereka tetap berdiri untuk bangun dan kemudian terus bergerak.

Kekacauan perang. Bencana alam. Cacat fisik. Tak memiliki kesempatan belajar di pendidikan formal. Tergolong sebagai kaum minoritas dan marjinal. Masalah?

Rupanya tak masalah. Orang-orang yang sukses ini memulai hidup yang susah. Mulai dari bawah. Hanya saja mereka terus belajar dan terus berusaha sehingga menciptakan dan menggunakan daya kreativitas. Dengan begitu meski menghadapi keterbatasan, mereka tetap bisa mewujudkan apa yang mereka impikan.

Kreativitas bukan sejenis talenta yang tiba-tiba diberikan pada beberapa insan manusia yang beruntung. Asumsi itu salah besar.

Kreativitas merupakan kemampuan yang bisa dilatih. Amati, pikirkan dan terapkan. Hasilnya bisa gagal atau berhasil. Sesederhana itu. Amati, pikir dan terapkan. Bukan perkara jenius atau tidak. Tapi lebih pada usaha yang terus-menerus.

Orang yang kreatif adalah mereka yang mampu keluar dari keterbatasan. Mereka mampu melampaui batas. Mereka menjadikan diri mereka sendiri tak terbatas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s