Anjing Peliharaan Menggigit Tetangga

Saat ronda warga tadi malam, ada kisah yang tragis tapi sebenarnya cukup klise. Salah satu tetangga sekaligus rekan ronda yang sama menceritakan musibah yang mendera dirinya. Dikejar dan digigit oleh anjing peliharaan yang dimiliki oleh tetangganya sendiri.

Kejadian tak mengenakkan dan menakutkan itu terjadi kala tetangga saya tersebut sedang lewat di depan rumah tetangganya yang memiliki anjing yang menggigitnya tersebut. Anjing tersebut seyogyanya buas karena harus dirantai dan dimasukkan dalam kandang besi. Sayangnya saat itu anjing tersebut, entah kenapa, bisa keluar dari ‘penjaranya’ dan lepas dari rantainya. Aral melintang yang tak bisa dihindari lagi. Untungnya sang pemilik anjing segera mengetahuinya dan memanggil peliharaannya. Coba bila tidak segera bertindak, mungkin tetangga saya hanya akan tinggal nama. Atau minimal tulang-belulang.

Rupanya pengalaman tersebut menimbulkan trauma tersendiri bagi yang digigit. Trauma fisik karena luka-luka yang ditimbulkan ketika tetangga saya tersebut jatuh ketika dikejar anjing. Ditambah luka gigitan anjing, yang termasuk anjing buas dan biasa dipakai sebagai anjing penjaga, yang membekas di punggung kirinya. Begitu juga trauma psikis ketika ada rasa takut yang sangat saat nyawanya terancam. Pun masih ditambah dengan pemilik anjing tersebut yang kurang bertanggungjawab.

Selidik punya selidik, tetangga saya yang untungnya seorang lelaki yang kuat dan masih muda — coba bayangkan bila anjing tersebut menggigit anak-anak atau ibu-ibu tua, tak terbayang akan seperti apa parahnya — bukanlah korban satu-satunya dan yang pertama. Rupanya sudah ada korban gigitan anjing lainnya dari anjing yang sama.

Nah, itu dia masalah utamanya. Anjing peliharaan bisa menyerang dan menggigit orang lain; yang bukan pencuri tetapi tetangga sendiri. Celaka, bukan?

Bukan salah anjingnya. Itu menurut hemat saya. Kesalahan terletak pada pemiliknya. Bila tak bisa merawat dan menjaga hewan peliharaan yang kurang ramah, seyogyanya tak perlu memiliki peliharaan sama sekali. Sudah tanggungjawab pemilik anjing ketika kejadian tak mengenakkan, apapun itu, sudah terjadi.

Bila memang binatang peliharaan sudah merugikan orang lain, harusnya wajar bila pemilik anjing dikenai sanksi. Baik sanksi masyarakat atau hukum yang berlaku di negara ini. Hanya sekedar maaf dan mengobati korban yang digigit saja tak cukup. Anjing tersebut harus dipindahkan ke tempat lain. Entah itu diberikan ke orang lain yang lebih bisa merawatnya, disuntik mati atau entahlah yang penting tak lagi mengganggu ketentraman orang lain.

Mungkin kejam kalau anjing itu harus menerima hukumannya ketika peristiwa gigit-menggigit itu terjadi. Mungkin anjingnya hanya bereaksi saja secara normal karena ya sekali lagi anjing itu termasuk binatang peliharaan yang tergolong buas. Tapi ya bagaimana lagi. Masak dibiarkan saja. Harus ada tindakan supaya kejadiaan nahas tak terulang lagi.

Yang jelas kejadian binatang peliharaan yang memakan korban sering kita dengar. Benar-benar terjadi. Tak hanya korban luka. Sering juga korban nyawa. Intinya bila ingin memelihara binatang, pemiliknya harus bertanggungjawab secara penuh. Bila tidak, cepat atau lambat, tragedi akan terjadi. Saat tragedi terjadi, sudah tepat bila pemiliknya dihukum dan ditindak.

Sebagai catatan kecil, saya sering merasa tak nyaman jogging di sebuah area perkampungan di dekat rumah saya. Sebabnya sepele tapi menyebalkan. Beberapa pemilik anjing membiarkan anjing mereka tak terikat atau tak berada di dalam kandang dekat rumah mereka masing-masing. Meskipun anjing-anjing tersebut tak buas, minimal belum menggigit saya, tetap saja mengganggu karena mengancam orang yang lewat dengan menggonggong dan mendekat. Ini bahaya laten. Ini tindakan yang tak benar karena membuat tak nyaman orang lain. Karena siapa sih yang bisa menjamin bahwa anjing-anjing tersebut tak bakal menggigit? Masak saya harus jogging dan adrenalin meningkat tiap kali menemui anjing yang terumbar bebas?

Singkat kata. Bila seseorang ingin memelihara binatang, bertanggungjawablah dengan hewan tersebut. Kalau tak bisa menjaga kenyamanan dan keselamatan, lebih baik tak usah memiliki binatang. Mendingan kunjungi saja kebun binatang kalau ingin melihat-lihat atau berinteraksi dengan hewan-hewan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s