Kok Jalan Kaki?

Banyak masyarakat di tanah air kurang suka berjalan kaki. Ada beberapa sebabnya. Trotoar tidak memadai. Jalanan ramai dengan kendaraan. Namun ada satu sebab paling mengemuka. Yaitu malas jalan kaki.

Dengan begitu banyak orang memilih untuk mengendarai sepeda motor untuk mencapai tempat yang jarak tempuhnya relatif pendek. Masih ada yang memakai sepeda tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak. Alhasil norma yang berlaku adalah ‘berjalan menjadi sesuatu yang jarang terjadi’.

Oleh karena itu setiap kali saya berjalan kaki di sekitar rumah saya, pedesaan yang sudah setengah berubah menjadi area peluasan kota, ada saja yang bertanya ‘kok jalan kaki?’

Kini saya tak lagi terkejut ketika mendapat pertanyaan seperti itu. Sudah biasa. Maklum saja.

Jawaban saya pun standar. Olahraga. Dan memang itu tujuan saya berjalan kaki. Berjalan kaki terbukti bisa meningkatkan stamina tubuh. Selain itu memberikan efek yang baik bagi spiritual dan emosional. Ditambah bisa melihat-lihat dan bertegur-sapa dengan tetangga.

Cuma ada satu yang membuat saya prihatin. Saya merasa capai jalan kaki bukan karena jaraknya. Saya capai karena harus menghindari lubang dan batu-batu karena tidak ada trotoar yang berfungsi sepenuhnya. Belum lagi saya harus rajin menghindari mobil dan sepeda motor yang berseliweran dan kurang menghormati para pejalan kaki.

Namun saya tetap suka berjalan kaki. Ada lebih banyak sisi positifnya ketimbang negatifnya.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s