Kisah Berbeda Setiap Individu

Saya selalu merasa heran ketika ada orang-orang yang merasa bahwa lini masa atau kisah hidup semua orang harus sama. Bila ada orang yang berbeda jalan hidupnya lalu dianggap ‘aneh’ atau ‘tidak biasa’. Mungkin orang-orang tersebut memiliki keharusan untuk hidup sesuai ‘sebuah buku panduan hidup’ yang sama. Bila tak sama dengan apa yang sudah digariskan oleh buku tersebut maka seseorang dianggap gagal atau cacat.

Buku panduan hidup kebanyakan orang tersebut sekira berisi fase hidup seperti berikut. Bayi lahir, belajar di sekolah dengan baik hingga lulus kuliah, bekerja di tempat yang stabil (entah suka atau tidak dengan pekerjaan mereka), menikah dan beranak-pinak. Kemudian anak-anak besar dan menikah. Tua dengan uang pensiunan sembari menanti datangnya maut di akhir kehidupan.

Membosankan? Mungkin ya. Mungkin tidak. Tidak ada yang salah dengan panduan tersebut. Hanya saja tidak semua orang memiliki kisah yang sama dalam kenyataan hidup. Justru seringkali individu dengan cerita yang tidak seperti biasanya malah bisa jadi dianggap luar biasa. Atau malah aneh bin ajaib. Tergantung perspektif masing-masing.

Seperti apa sih kehidupan dengan garis hidup yang lain dari biasanya? Intinya kisah hidup yang berbeda dari ‘buku panduan hidup’ kebanyakan orang.

Taruh saja beberapa contoh kehidupan yang selalu dianggap unik dan berbeda di bawah ini.

  • Seseorang yang berkeinginan menjadi seorang misionaris demi misi penyebaran agama tinggal di daerah-daerah terpencil.
  • Individu yang memiliki kecintaan dengan alam dan memanfaatkan hidupnya untuk menjelajah berbagai gunung atau mengarungi beberapa samudera.
  • Pengusaha melewatkan sebagian besar waktunya untuk membangun kerajaan bisnisnya.
  • Petani yang memang cinta dengan sawahnya dan tak merasa perlu memiliki pendidikan formal tetapi memiliki kearifan lokal dalam mengelola tanamannya.
  • Seorang insan seni dengan kemampuan artistik (pemusik, perupa, pelukis) yang mendedikasikan hidupnya untuk karya seninya meskipun tak memiliki pendapatan reguler.
  • Atlet yang melatih kebugaran tubuh dan kemampuan motoriknya untuk menjadi yang terunggul dalam bidang olahraga yang digelutinya.

Individu-individu yang memiliki kisah hidup tak biasa memiliki kerinduan dan keinginan untuk mengalami jalan kehidupan yang ‘normal’. Hanya saja untuk mencapai misi hidup mereka atau memang karena perspektif hidup yang berbeda; individu-individu unik tersebut memilih untuk mengalami kisah hidup yang berbeda.

Pertanyaan yang mengemuka muncul. Mengapa harus memiliki kisah hidup yang berbeda?

Jawabnya sederhana. Untuk mendapatkan hasil yang berbeda tentu seorang individu haruslah melakukan hal-hal yang berbeda. Sungguh aneh bila menginginkan sesuatu yang berbeda dengan cara yang sama. Tak masuk akal tentunya.

Uniknya, yang membuat saya lebih heran lagi, orang-orang dengan garis hidup sesuai kebanyakan orang (yang terkesan memakai buku panduan hidup yang sama) iri atau terkesan dengan kisah kehidupan yang luar biasa (atau minimal tidak biasa) yang dilakukan individu-individu unik. Aneh, bukan? Tapi benar-benar nyata.

Tidak ada yang salah dengan kisah hidup yang relatif sama dengan orang kebanyakan. Tidak berarti individu yang memilih kisah hidup yang tidak seperti biasanya lalu benar dalam hidupnya. Tidak ada yang salah atau benar.

Yang ada adalah kisah hidup yang beragam. Masing-masing insan manusia diberi kuasa oleh Sang Pencipta untuk memutuskan pilihan hidupnya masing-masing. Oleh karena itu wajar bila dalam kehidupan di bawah langit dan planet yang sama ini, kisah hidup manusia pun beragam. Tak sama. Tak perlu sama. Dengan begitu ada begitu banyak warna kehidupan. Untuk dinikmati. Untuk menginspirasi sesama manusia. Untuk bersama-sama mencapai kebahagiaan dan misi hidupnya.

Terlintas tiba-tiba mengapa pelangi begitu indah. Indah karena pelangi memiliki banyak warna yang beragam. Kisah hidup pun hendaknya seperti pelangi yang memiliki kisah yang beragam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s