Arus Mudik

Sebelum dan setelah Lebaran tiba, pasti berita-berita di berbagai media massa menyajikan informasi arus mudik. Baik jalur terbaik, jalur alternatif hingga jalur yang tak aman dilalui karena rawan kecelakaan. Tentu ada laporan live tentang kondisi berbagai stasiun, pelabuhan dan bandara yang penuh sesak dengan orang yang mudik. Lengkap pula dengan kisah mengharukan dan mencerahkan selama perjalanan mudik. Intinya segala hal yang berhubungan dengan arus mudik.

Hajatan Lebaran yang sebenarnya bukan acara Syawalan dan Halal Bi Halal. Namun acara pulang kampung atau mengunjungi keluarga besar. Perjalanan mudik memang memiliki resikonya tersendiri karena pada saat yang sama jutaan pemudik lainnya memiliki tujuan yang sama. Yaitu mudik.

Alhasil perjalanan yang biasanya relatif mudah menjadi lebih menantang. Lebih besar lagi resikonya kala ratusan ribu pemudik memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi publik. Alasannya sederhana. Transportasi publik masih kurang memadai baik secara kualitas maupun kapasitas. Oleh karena itu jalan tol antar kota pun penuh dengan mobil dan motor pribadi. Begitu juga dengan kapal-kapal antar pelabuhan yang sesak dengan kendaraan pribadi sekaligus angkutan antar provinsi.

Jumlah kecelakaan meningkat tetap terjadi meskipun segala antisipasi dan persiapan sudah digelar oleh pejabat lalu-lintas, aparat keamanan dan pelaku transportasi umum. Kecelakaan terjadi karena faktor manusia; baik kelelahan, tak mengenal medan atau kurang hati-hati. Begitu juga faktor infrastruktur karena kualitas jalan raya yang kurang mendukung, kendaraan yang kurang dirawat dan beban jalan yang berlebih.

Arus mudik identik dengan Lebaran. Ketika hati yang merindu untuk bertemu dengan sanak saudara tak sanggup lagi ditahan. Apapun kesulitan di jalan rela ditempuh supaya bisa sekedar mengucap salam dan menumpahkan keinginan untuk bertemu orang-orang yang disayangi. Bahkan bila nyawa menjadi taruhannya ketika harus bersama-sama berjuang dalam arus mudik yang penuh resiko.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s