Opor Ayam dan Lontong

Sudah berkali-kali saya mengudap opor ayam dan lontong beberapa hari belakangan ini. Idul Fitri memang identik dengan acara silaturahmi, halal bi halal dan syawalan yang menyuguhkan opor ayam dan lontong.

Sekali dua kali, opor ayam dan lontong memang menyenangkan. Namun setelah berkali-kali rasanya yang sebenarnya enak malah membuat eneg. Bila opor ayam dan lontong disuguhkan langsung membuat perasaan de javu. Tadi atau kemarin rasanya sudah makan opor ayam dan lontong, masak mau makan sajian yang sama sekali lagi.

Namun begitulah perayaan Idul Fitri di tempat saya, Yogyakarta. Entah di kota atau di negara lainnya. Idul Fitri tak lepas dari opor ayam dan lontong. Sama seperti Lebaran yang identik dengan suara petasan yang mengguncang jantung dan kembang api yang indah di gelapnya malam.

Padahal bila diselami lebih dalam, makna dari berlebaran adalah merasakan kehidupan yang bersih dari dosa dan menguatkan hubungan dengan sanak saudara.

Omong-omong, selama Lebaran sudah berapa piring opor ayam dan lontong yang Anda kudap?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s