Dilarang Tayang Malah Dicari

Bukan hal yang aneh bila sesuatu yang dilarang justru dicari-cari oleh banyak orang. Rasa penasaran yang lebih besar membuat resiko terasa menjadi lebih kecil. Makin dilarang, makin membuat penasaran.

Begitu juga dengan tayangan sebuah film yang dilarang. Saat sebuah film tak berhasil masuk ke tanah air, baik karena alasan yang jelas maupun yang tak jelas, film tersebut justru dicari dengan lebih keras. Pemirsa akan berusaha untuk mencari dvd bajakannya atau menontonnya secara streaming dari situs pemutar film ilegal.

Dengan kemajuan jaman dan kenekatan banyak orang, melarang tayang sebuah film bukan upaya yang efektif. Justru larangan tayang akan membuat filmnya jadi lebih ‘laris manis’. Larangan tayang seperti memberikan label bahwa film tersebut mengandung ‘sesuatu’ yang mungkin tabu, mungkin tak pantas dilihat atau mungkin memang ‘menggelitik’ untuk ditonton. Sebuah promosi tersendiri bagi sebuah film.

Padahal kalau ditayangkan seperti normalnya film-film lain, sebuah film bisa saja flop. Alias tak banyak yang menonton. Lalu dilupakan orang.

Sebuah pertanyaan mengemuka. Apakah masih perlu melarang tayang sebuah film?

Departemen sensor tentu harus memberikan regulasi yang bijak dengan proses penyensoran yang menggunakan akal sehat, transparan dan bertujuan untuk melayani kebutuhan masyarakat umum. Oleh karena tak semua film memiliki kualitas yang bagus, sensor jelas perlu asalkan memang diperlukan.

Jadi kalau sudah melalui departemen sensor dan ternyata filmnya tak sesuai dengan regulasi, melarang tayang jelas diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s