Bisnis Modal Besar dan Modal Kecil

Suatu usaha bisa dimulai dengan modal uang yang besar atau modal uang yang kecil. Tentu saja modal usaha tidak melulu berupa uang. Modal usaha bisa berupa kemampuan berbisnis dan semangat. Modal usaha menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah suatu bisnis bakal menjadi langgeng atau gulung tikar.

Ada yang berbeda ketika seorang pengusaha pemula memulai usahanya dengan modal yang besar atau modal yang kecil.

Pengusaha awal yang berbisnis dengan modal yang kecil biasanya menggunakan modal dari uang pribadi yang dimilikinya. Ada kehati-hatian sehingga membuatnya lebih detil dalam melakukan perencanaan. Oleh karena modalnya terbatas, pengusaha seperti ini akan mengerjakan banyak hal secara mandiri. Dikerjakan sendiri dengan sungguh-sungguh. Pantang menyerah karena modal yang sudah dikeluarkan harus, bagaimana pun caranya, bisa menghasilkan profit. Atau paling tidak modalnya bisa kembali dan tidak hilang begitu saja.

Beda dengan pengusaha awal yang memulai usahanya dengan modal yang besar; yang datang bukan dari uang pribadinya. Semisal dari orang tua yang memang kaya atau berasal dari pembagian warisan. Pengusaha seperti ini tak terlalu mempermasalahkan bagaimana bisnisnya akan bisa balik modal. Yang dipikirkan adalah menjalankan usaha yang pada akhirnya nanti akan menghasilkan profit yang besar. Banyak hal bisa dilakukan orang lain karena bisa menggaji banyak karyawan. Bila usahanya gulung tikar, tak ada ketakutan akan hidup sulit karena bisa memulai usaha yang baru dengan dana segar yang mudah didapatkan.

Tapi tentu itu hanya pendapat pribadi. Mungkin bias. Maklum karena saya sendiri belum pernah memulai suatu usaha. Opini tersebut muncul didapat dari ngobrol-ngobrol dengan lingkaran orang yang terbatas.

Bisa jadi perspektif tersebut salah setelah suatu saat nanti menjalani usaha sendiri. Baik dengan modal terbatas. Atau ketika modalnya sudah segede gaban besarnya.

Sebagai tambahan, mungkin orang-orang dengan modal besar bagusnya melakukan bisnis waralaba. Kekuatan modal yang disalurkan ke usaha yang sudah jadi dengan sistem yang terbukti sukses. Beda dengan usaha non-franchise yang perlu trial and error.

Hmm. Jadi penasaran …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s