Rumput Tetangga Lebih Hijau

Nah, ini dia penyakit yang kurang baik bagi kesehatan jiwa manusia. Iri hati.

Saya seketika merasa iri melihat status-status LinkedIn beberapa orang yang saya kenal langsung. Ada yang memiliki pekerjaan tidak baru tapi di perusahaan yang lebih keren. Ada yang dapat promosi. Sepertinya banyak orang ‘berlari’ dan mendapatkan banyak hal dalam hidup mereka.

Rasanya rumput-rumput tetangga lebih hijau. Jauh lebih hijau. Begitulah yang saya pikirkan. Ngiri. Sumpah!

Beberapa saat kemudian saya sadar bahwa rasa iri itu tidak baik. Yang saya pikirkan beberapa waktu kemudian adalah menyadari bahwa orang-orang yang saya kenal itu memang bekerja keras, fokus pada pekerjaan dan tidak neko-neko. Mereka layak mendapatkan apa yang mereka raih sekarang.

Justru apa yang mereka raih menjadi lecutan bagi saya pribadi. Rasa ‘panas’ yang nyesek di dada harus menjadi bara api yang menjaga semangat saya tetap berkobar. Bukannya malah memadamkan asa.

Rumput tetangga memang lebih hijau segar karena selalu mereka sirami air, mereka rawat dengan sungguh-sungguh dan mereka beri pupuk tiap saat.

Kalau cuma iri hati saja rasanya rugi. Harus meniru apa yang orang lain kerjakan. Yaitu fokus dengan apa yang bisa dilakukan dan lakukan dengan sungguh-sungguh.

Saya juga pengin rumput di halaman saya hijau. Lebat, subur dan segar. Saya juga punya hak untuk memiliki rumput yang gilir-gilir selama saya masih diberi kesempatan untuk hidup dan begitu banyak karunia dari Sang Pencipta yang baik hati tetapi selalu bekerja dengan cara-Nya yang sangat unik dan tak terduga-duga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s