Syarat dan Ketentuan Berlaku

Tiap kali membaca tulisan ‘syarat dan ketentuan berlaku yang tertera di sebuah promosi yang ada di spanduk, baliho, selebaran atau iklan di surat kabar, saya langsung berpikir bahwa itu sejenis jebakan batman.

Pembaca yang melihatnya pasti tertarik dengan pesan promosi yang disampaikan. Diskon 50%. Beli satu dapat dua. Datang berdua gratis cemilan. Lalu langsung tertarik untuk mencoba produk atau layanan yang ditawarkan.

Sayangnya banyak pembaca promosi yang ‘tak melihat’ tulisan yang biasanya ditulis dengan tulisan yang kecil-kecil. Saat membeli produk atau menikmati layanan yang ditawarkan ternyata tak mendapat ‘bonus’ yang dijanjikan. Sebabnya sederhana. Pembelian atau pemesanan yang dilakukan ternyata tak memenuhi ‘syarat dan ketentuan berlaku’.

Alhasil, mereka yang tadinya memutuskan untuk mengambil promosi tersebut menjadi kecewa. Umpan termakan dan baru menyadari bahwa ada kait yang hampir tak terlihat. Terpancing.

Padahal sebenarnya frasa ‘syarat dan ketentuan berlaku seyogyanya dituliskan karena untuk melindungi kepentingan konsumen dan pemberi promosi. Namun perlindungan yang dimaksud justru dipakai untuk ‘menjebak’ konsumen.

Oleh karena itu, sebagai konsumen harus mengecek terlebih dahulu apa syarat dan ketentuan berlaku. Bila ternyata syaratnya merugikan atau ketentuannya kurang masuk akal, tak perlu mengambil promosi yang ditawarkan.

Pemberi promosi juga harus sadar bahwa tak seharusnya menggunakan tulisan kecil-kecil tersebut sebagai jebakan batman. Ingat bahwa konsumen jaman sekarang lebih pintar ketimbang konsumen jaman dahulu. Bahkan konsumen yang kuciwa bisa menyebarkan pengalaman buruknya melalui sosial media sehingga menjadi bumerang tersendiri bagi pemberi promo.