Pinjaman Uang Untuk Indonesia

Indonesia memang membutuhkan suntikan dana untuk mempercepat jalannya pembangunan. Negara ini juga butuh talangan uang untuk membayar hutang. Tapi apakah bangsa yang tanahnya subur dan memiliki sekian banyak tenaga kerja harus menerima pinjaman uang dari institusi keuangan dunia?

Jawabnya singkat. Tidak perlu pinjaman uang.

Indonesia memerlukan aliran investasi dari luar negeri dan dalam negeri. Bukan pinjaman uang. Saat aliran investasi mengalir lancar, roda perekonomian akan berputar dengan dinamis dan cepat.

Segampang itukah? Tentu saja tidak.

Tapi menerima pinjaman uang juga bukan hal yang gampang. Saat menerima pinjaman uang, suatu negara harus ‘patuh’ dengan aturan yang dibuat oleh pemberi pinjaman. Ketika mengembalikan uang pun juga tak selalu mudah. Pinjaman uang dalam bentuk Dollar Amerika tentu harus dikembalikan dalam mata uang Negara Paman Sam tersebut. Bila saat jatuh tempo, nilai tukar Rupiah jeblok tentu hutang menjadi berkali-lipat jumlahnya. Negara bisa jadi lebih dimiskinkan.

Jadi lebih baik menolak tawaran pinjaman uang?

Ya. Tolak saja. Bukannya memecahkan masalah tapi pinjaman uang bisa melipatgandakan masalah di masa sekarang dan di masa depan.

Apakah Anda ekonom ahli?

Bukan. Bukan ekonom. Tapi asalkan memakai akal sehat pastilah orang-orang waras akan memilih untuk tak menerima tawaran ‘manis’ berupa pinjaman uang; yang dulu pernah membuat Indonesia berada dalam kondisi gawat darurat.

Jadi?

Mari kembali bekerja. Biarkan pemerintah memutuskan yang terbaik untuk rakyat-rakyatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s