Kunker Pimpinan DPR di Amerika

Kunjungan kerja beberapa pimpinan dan staf DPR di Negeri Paman Sam menjadi guyonan tersendiri bagi banyak warga negara Indonesia. Pasalnya kunker yang entah demi tujuan apa justru kurang terekspos. Kunker yang dianggap ‘lucu-lucuan’ yang konon menelan biaya milyaran justru diberitakan di berbagai media massa di tanah air dan ramai di media sosial karena pucuk pimpinan DPR tampil bersama Donald Trump di acara yang tak tepat.

Kehadiran anggota DPR di dalam acara kampanye calon presiden dari negara lain dianggap tak layak. Kehadiran mereka bisa disalahartikan sebagai dukungan. Meski juru bicara DPR membantah bahwa anggota DPR tak mendukung kampanye Donald Trump — sebagai calon presiden yang menghebohkan karena terkenal rasis dan asal cuap — tetap saja eksistensi mereka bisa dianggap mendukung.

Celakanya lagi pucuk pimpinan DPR tersebut terkesan dianggap tak penting. Seperti anak kecil yang diajak selfie dan berfoto bersama. Tindakan anggota DPR tersebut jelas merendahkan wibawa bangsa.

Padahal di sisi lain, pemerintah terutama Presiden Jokowi berusaha membangun citra dan martabat negara ini supaya lebih baik lagi di mata dunia.

Sayangnya pucuk pimpinan DPR malah seperti ‘menggembosi’ dan ‘mempermalukan’ bangsa sendiri. Padahal nyata-nyata mereka adalah wakil rakyat.

Belum lagi biaya perjalanan kunker yang tidak murah. Semua biaya ditanggung dengan uang rakyat. Padahal situasi negara sedang berat-beratnya dalam hal ekonomi.

Jelas saja kalau kunker yang salah alamat tersebut menuai banyak kritik. Beberapa orang berkomentar supaya DPR dibubarkan saja.

Dan memang DPR seperti tak jelas apa kerjanya dan apa hasilnya. Ditambah ‘hobi’ mereka untuk menjegal langkah-langkah pemerintah dan kabinet untuk membangun negeri ini.

Bila melihat dari liputan berita asing, banyak orang Amerika yang malu karena memiliki calon presiden katrok seperti Donald Trump yang cari perhatian dengan trik-trik heboh, vulgar dan rasis. Eh, malah ada pucuk pimpinan DPR yang ‘tersesat’ atau ‘menyesatkan’ diri mereka untuk hadir di acara Donald Trump.

Lupakan saja ulah mereka. Tindakan memalukan foto-foto dengan Donald Trump memang sudah terjadi. Bukan pertama kali pucuk pimpinan DPR mencoreng arang kepada diri sendiri. Dan kita tunggu saja apa tindakan memalukan lainnya di masa depan.

Sebagai warga negara yang baik, mari kita fokus dengan pekerjaan dan hidup masing-masing. Meningkatkan produktivitas diri untuk memajukan bangsa. Mengerjakan yang penting-penting saja.

Supaya tak melakukan aktivitas norak seperti wakil rakyat dalam kunker yang tak jelas visinya tapi jelas-jelas makan uang rakyat. Sesuatu yang ngga penting!

Iklan