Hadiah Kejutan

Sepertinya banyak insan manusia menyukai kejutan. Sesuatu yang tak biasa yang bisa terjadi dalam kehidupan yang relatif sama tiap harinya. Apalagi kalau kejutan itu berupa doorprise.

Dua hari yang lalu saya cukup terkejut karena mendapatkan hadiah kejutan saat menghadiri pameran properti di sebuah hotel di Yogyakarta. Hadiahnya berupa satu televisi LED yang cukup besar. Tentu saja saya merasa senang. Siapa yang tak senang mendapat tv gratis?

Namun ada rasa senang lainnya yang lebih berarti bagi saya.

Hadiah televisi tersebut langsung saya berikan kepada ibu saya. Beliau lebih memerlukan tv itu karena tv di rumah dalam kondisi rusak. Rasa yang saya dapat karena memberikan sesuatu kepada orangtua jelas lebih berarti bagi saya.

Dan rupanya sudah cukup lama ibu saya berharap bisa kembali menonton tv. Aktivitas sore yang sudah lama terganggu karena tv lama tak bisa menampilkan gambar meskipun bisa memperdengarkan suara selaiknya tv normal.

Jelas ada pancaran senang tatkala nama saya disebut sebagai penerima hadiah kejutan berupa televisi; satu-satunya hadiah tunggal yang diperebutkan oleh sekian banyak pengunjung pameran itu.

Namun pancaran senang di wajah saya tak secerah pancaran terkejut di wajah ibu saya ketika saya membawakan televisi itu untuknya.

Dan hari itu ada rasa senang di hati saya karena bisa memberikan sesuatu yang dinanti-nantikan oleh ibu saya. Ibu saya pun senang karena menerima sesuatu yang diharapkannya secara tak terduga.

Hari itu merupakan hari yang menyenangkan. Sebuah hadiah kejutan yang membuat dua insan manusia terkejut dan senang.