Ratusan Surat Lamaran

Saya sudah tidak tahu berapa banyak surat lamaran yang saya kirimkan selama saya hidup hingga saat ini. Banyak. Ratusan.

Beberapa surat tersebut membuahkan hasil yaitu 1) mendapatkan surat jawaban otomatis yang menyatakan surat lamaran saya sudah diterima, 2) menerima surat jawaban diplomatis bahwa saya bukanlah kandidat yang sesuai, dan 3) mendapat janji bertemu untuk wawancara.

Dari sekian banyak surat lamaran tersebut baru 4 yang menelurkan hasil menggembirakan. Bekerja di sebuah lembaga bahasa, meniti karir di perusahaan Internet, mendapat pekerjaan di Jakarta dan merasakan bekerja secara remote dari perusahaan di Malaysia.

Mengapa harus sampai ratusan kali mengirim surat lamaran? Jawabnya tentu saja probabilitas. Seperti laiknya mengocok dadu berulangkali untuk mendapatkan nomor dadu yang diinginkan.

Apakah pernah merasa lelah?

Jelas. Ada waktu-waktu di mana saya merasa capai dan jengah dengan surat-surat lamaran tersebut. Rasanya seperti naik kapal. Ada harapan yang membuncah. Ada pula asa yang padam.

Berhenti mengirimkan surat lamaran saat kecewa atau ketika sudah mendapatkan pekerjaan?

Tentu tidak. Saya masih rajin mengirimkan surat-surat lamaran. Setiap surat lamaran bisa berpotensi menjadi sebuah peluang. Dan siapa tahu pada satu peluang tersebut hidup saya bisa berubah menjadi jauh lebih baik. Ada harapan di tiap surat lamaran yang saya kirimkan.

Berapa banyak surat lamaran yang akan dikirimkan?

Entah. Sepertinya mengirim surat lamaran itu sesuatu yang wajib dilakukan secara reguler bagi siapa saja yang mendambakan perkembangan karir yang lebih baik. Setiap surat lamaran berarti satu peluang. Makin banyak yang dikirim, makin banyak pula peluangnya.

Apa sih yang paling susah dalam mengirimkan surat lamaran?

Bukan tulisannya. Bukan pula cara mengirimnya. Justru yang paling susah adalah menjaga supaya asa tetap menyala. Menjaga harapan itu yang paling menantang.

Untuk Anda yang masih setia menulis dan mengirimkan surat lamaran, saya ucapkan Semoga Berhasil dan tetaplah berjuang.