Parfum dan Olah Nafas

Senam di pagi hari itu memang menyehatkan badan. Udara pagi yang segar membuat tubuh menjadi bugar. Saat sedang asyik-asyiknya olah nafas tiba-tiba ada aroma wangi yang menguar. Sungguh mengganggu konsentrasi.

Ternyata seorang bapak-bapak yang sudah berusia lanjut tapi agak-agak lebay senam di dekat saya. Parfumnya sungguh luar biasa wangi.

Aduh. Sungguh terlalu. Olah nafas tapi ada yang memakai wangi-wangian yang keterlaluan aromanya. Bayangkan bagaimana rasanya.

Saya cuma bisa menggerutu. Untung saja tak berapa lama bapak itu segera pindah tempat. Coba bila tidak. Mungkin saya bisa mual atau jatuh pingsan karena parfumnya yang sungguh tak natural wanginya.

Istilah Rumah Minimalis

Siapa sih yang belum pernah mendengar istilah ‘rumah minimalis’. Bagi yang belum tahu, rumah minimalis lebih kurang rumah tempat tinggal yang modelnya sederhana, tanpa banyak dekorasi yang tak perlu dan umumnya berukuran relatif kecil.

Boleh dibilang rumah minimal menggantikan istilah rumah sederhana murah meriah. Kesannya lebih enak didengar dan terasa modern ketika mendengar ‘rumah minimalis’.

Suatu hari saya mengunjungi rumah yang katanya minimalis. Ukuran kamarnya relatif sempit. Dapur dan ruang tamu boleh dibilang terbatas. Cukup lumayan karena ada tempat parkir mobil dan taman mini depan rumah.

Pantas bila rumah tersebut dibilang sebagai rumah minimalis. Namun saya terheran-heran karena ternyata ada bagian pintu yang belum terpasang. IMB belum dibuat. Dan saya tertawa dalam hati, supaya tak menyinggung sang pemilik rumah, saat dia bilang bahwa sumurnya belum jadi. Ternyata sumur akan dibuat setelah rumah tersebut dibeli orang. Rumah dijual tanpa adanya sumur? Serius?

Mungkin lain kali saya akan dengan senang hati berkunjung ke rumah ‘maksimalis’ yang mungkin memiliki fitur lengkap dan tidak ada bagian vital sebuah rumah yang sengaja belum dibikin.

7 Aplikasi Untuk Menulis

Salah satu aktivitas yang paling sering saya lakukan ketika membuka laptop adalah menulis. Menulis di laptop berarti membuka aplikasi untuk menulis. Jenis tulisan yang berbeda-beda membuat saya menggunakan beberapa aplikasi menulis yang sesuai dengan keperluan masing-masing.

Ada 7 aplikasi berbeda yang saya gunakan untuk menulis. Ada aplikasi yang jarang dipakai karena memang ditujukan untuk tulisan yang serius. Begitu juga ada aplikasi ringan yang saya pakai untuk sekedar corat-coret. Ketujuh aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang dapat diunduh dan dipasang di OS X El Capitan, sistem operasi terbaru dari Apple.

Tujuh aplikasi tersebut, urut secara abjad, adalah Apple Notes, Apple Pages, DeskPM, Evernote, nvALT, Simplenote dan Typora. Hanya Apple Pages dan DeskPM yang merupakan aplikasi berbayar. Sedangkan aplikasi-aplikasi lainnya gratis.

Semua aplikasi tersebut saya pilih karena bisa diandalkan. Cukup sering saya mengunduh dan memasang aneka ragam aplikasi-aplikasi menulis. Namun hanya sedikit yang menurut saya pantas dan nyaman untuk dipakai. Tentu ada satu dua aplikasi menulis yang menurut saya sangat bagus tapi sayang tidak memakainya karena harganya yang kelewat mahal.

Mari kita bahas apa saja peruntukkan dan kelebihan dari tujuh aplikasi menulis tersebut.

Simplenote

Simplenote merupakan aplikasi menulis yang dirilis oleh Automattic, perusahaan yang mengelola WordPress dan beberapa layanan Internet. Simplenote tersedia secara gratis. Aplikasi ini mudah digunakan dan ringan. Fitur yang menarik yaitu sinkronisasi berkas teks dari aplikasi Simplenote di OS X, iOS dan versi web. Saya memakainya untuk salah satu proyek pribadi saya karena fitur pencariannya yang handal sehingga berkas yang saya temukan bisa ditemukan dengan cepat.

Apple Notes

Aplikasi menulis bawaan dari Apple ini memang handal. Gratis pula. Semua berkas yang dituliskan di aplikasi ini bisa tersinkronisasi di aplikasi yang ada di OS X, iOS dan versi web. Saya menggunakannya untuk menuliskan informasi pribadi yang penting. Sayangnya Apple Notes memiliki antar muka yang kurang bersahabat sehingga kurang nyaman untuk digunakan sebagai alat untuk menulis artikel berukuran sedang atau panjang.

Evernote

Saya rasa aplikasi Evernote ini merupakan aplikasi di mana saya merasa suka sekaligus kecewa di waktu yang sama. Evernote memang enak digunakan untuk menulis dan menyimpan banyak tulisan dan informasi. Sayangnya dulu pernah saya kecewa karena Evernote sering tidak tersinkronisasi dengan baik, aplikasinya berjalan lambat dan antar mukanya kurang bersahabat. Oleh karena itu, Evernote hanya saya gunakan sebagai tempat cadangan tulisan. Selain itu, salah satu kelebihan Evernote adalah kemampuannya untuk menyimpan tulisan di komputasi awan sehingga pas untuk cadangan data.

nvALT

Aplikasi ini sesuai untuk corat-coret. Sederhana antar mukanya. Bisa dibuka dan ditutup dengan cepat. Fitur penyimpanan berkasnya sederhana. Ada fitur yang membuat berkas-berkasnya bisa disimpan melalui layanan Simplenote. Namun di saat yang sama berkasnya otomatis akan disimpan di laptop tanpa harus repot-repot menekan tombol Simpan sama sekali. nvALT saya gunakan sebagai alat yang praktis untuk menulis catatan pendek, blogging dan menuliskan beragam ide. Biasanya berkas-berkas ini saya hapus bila sudah saya gunakan atau tak lagi diperlukan.

Typora

Aplikasi ini masih dalam versi Beta namun sudah nyaman digunakan. Berkas yang dihasilkan akan berupa .md yang berukuran kecil. Typora cocok digunakan untuk menulis tulisan berukuran sedang dan panjang karena aplikasi ini memfokuskan pada antar muka yang minimalis sehingga penggunanya bisa fokus menulis tanpa direpotkan oleh berbagai tombol dan fitur. Saya memilih menggunakan Typora untuk menulis jurnal harian sekaligus membuat buku.

DeskPM

Untuk blogging. Itulah fungsi utama dari aplikasi ini. Dengan DeskPM saya tak perlu membuka dan masuk WordPress melalui browser internet. DeskPM sudah terhubung dengan API WordPress sehingga saya cukup menuliskan artikel dan menekan tombol Publish untuk mengunggah tulisan tersebut ke laman blog saya. Harga aplikasi ini pantas untuk ditebus karena memang handal untuk keperluan blogging dan internet publishing.

Apple Pages

Untuk penggunaan tulis-menulis yang serius. Mirip dengan Microsoft Words, Apple Pages memang cukup berat karena fiturnya yang lengkap dan memadai. Aplikasi ini hanya saya gunakan untuk keperluan tulis-menulis yang menuntut tata letak yang profesional dan dokumen yang perlu dicetak.

Tujuh aplikasi di atas sungguh membantu saya untuk menulis dengan lebih cepat dan lebih baik. Bisa jadi bila nanti saya menemukan aplikasi yang lebih mumpuni untuk menulis, tentu akan saya unduh dan coba. Jika memang handal, tentu akan saya gunakan. Untuk saat ini, 7 aplikasi sudah saya rasa cukup.

Sebenarnya ada satu aplikasi menulis yang tadinya sangat saya sukai yaitu Letterspace. Namun entah mengapa. Setelah ada versi berbayarnya, aplikasi versi gratisnya sering tidak bisa dibuka dengan sempurna. Oleh karena itu dengan berat hati saya membongkar Letterspace. Apa boleh buat ketimbang selalu merasa jengkel karena aplikasinya menjadi kurang bisa diandalkan.

Bila Anda menggunakan OS X El Capitan, silakan menggunakan salah satu atau dua dari aplikasi rekomendasi saya. Semoga bisa membantu kegiatan tulis-menulis Anda sehari-hari.

Kehilangan Minat Untuk Blogging

Sudah sekian lama saya tidak aktif menuliskan opini, artikel atau sekedar corat-coret di blog Munggur. Sepertinya ide-ide menguap begitu saja. Tak ada waktu karena pengaturan waktu yang sedang tak baik. Pun begitu karena kurang membaca dan memperhatikan berita akhir-akhir ini sehingga tak banyak yang saya pikirkan kecuali hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan.

Ingin bisa menulis lagi secara reguler di blog ini tapi sepertinya ada rasa yang menyiksa ketika kata-kata tak bisa tertuang dengan mudah melalui papan ketik untuk mengisi laman-laman blog yang kosong. Semoga ide-ide bisa kembali datang dan tulisan demi tulisan mengalir lagi di blog ini.

Harga Bensin Tidak Harus Naik

Dengan pemberitaan yang konstan tentang harga minyak dunia yang turun, sepertinya ada harapan bagi masyarakat untuk menikmati harga bahan bakar minyak yang lebih murah. Wajar. Masuk akal.

Harga BBM yang lebih ekonomis membuat BBM lebih terjangkau. Dengan adanya BBM yang ramah di dompet, proses produksi barang dan alur distribusi barang menjadi lebih murah. Efek positifnya yaitu menurunnya harga barang-barang dan jasa di dalam negeri. Boleh jadi perputaran bisnis bisa menjadi lebih cepat. Rakyat pun senang karena barang-barang yang tadinya lumayan mahal menjadi lebih terjangkau.

Tapi apakah harga BBM harus diturunkan karena menyesuaikan harga minyak bumi dunia?

Bisa ya. Bisa juga tidak. Harus diingat bahwa harga BBM yang dinikmati oleh masyarakat luas masih tetap disubsidi oleh pemerintah. Yang mana subsidi tersebut berasal dari pendapatan negara.

Saat harga BBM disesuaikan dengan menurunkan harganya, pemerintah berkurang bebannya dalam memberi subsidi BBM. Dana yang tadinya digunakan untuk mensubsidi BBM bisa dialokasikan untuk membiayai pembangunan di sektor lain. Misalnya saja pendidikan.

Dari satu aspek ini saja sudah terlihat jelas bahwa menurunkan harga BBM menjadi kurang bijaksana karena pemerintah tetap saja harus memberikan subsidi terhadap harga BBM.

Apa benar harga BBM yang murah meriah bisa membuat roda perekonomian menjadi lebih dinamis?

Tak selalu seperti itu. BBM yang murah memang bisa menjadikan proses produksi barang dan distribusi barang menjadi lebih terjangkau. Namun bila BBM tersedia dalam volume yang banyak dengan harga yang murah, tak banyak orang yang akan menggunakan BBM dengan bijaksana dan hemat.

Coba lihat negara-negara miskin sumber daya alam dan tak memiliki cadangan minyak di negaranya seperti Jepang, Korea Selatan dan Singapore. Harga BBM di negara-negara tersebut sangat mahal. Benar bahwa negara tersebut mampu mengimpor minyak dari negara penghasil minyak tapi tentu berimbas pada pengeluaran devisa negara yang cukup besar. Oleh karena itu, ada aturan yang ketat mengenai konsumsi bahan bakar di negara-negara tersebut. Pun begitu harga BBM juga mahal. Faktor tersebut membuat proses produksi dan distribusi barang menjadi lebih efisien.

Sedangkan negara yang memiliki cadangan minyak yang berlimpah cenderung untuk menggunakan bahan bakar dengan boros. Misalnya saja Saudi Arabia dan Venezuela. Harga BBM sangat murah karena mereka memproduksi BBM di dalam negeri. Sayangnya harga BBM yang murah meriah menjadikan warganya tak lagi berpikir untuk melakukan penghematan. Konsumsi akan BBM menjadi tak lagi wajar. Boros. Padahal bila harga BBM di negara tersebut disesuaikan dengan harga pasaran di dunia, boleh jadi pemasukan negara terhadap ekspor minyak menjadi optimal sekaligus membuat proses produksi dan distribusi barang menjadi efisien.

Bagaimana penggunaan BBM di Indonesia?

Masih boros. Masih lebih banyak orang yang menggunakan kendaraan pribadi ketimbang memanfaatkan kendaraan umum. Masih banyak yang berpikir bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki cadangan minyak yang sangat besar. Betulkah?

Nyatanya justru berkebalikan dengan apa yang menjadi pikiran banyak orang. Indonesia bukan negara yang memiliki cadangan minyak yang besar. Bahkan tak mampu mensuplai semua kebutuhan minyak di dalam negeri karena hingga saat ini masih harus mengimpor minyak yang sudah diproses di luar negeri. Ironis? Memang. Dan itu kenyataan yang harus dihadapi.

Dengan adanya harga BBM yang tak disubsidi terlalu besar oleh negara, masyarakat dikondisikan pada keadaan di mana proses produksi dan distribusi barang harus seefisien mungkin dalam menggunakan BBM. Bila suatu hari nanti harga minyak dunia kembali naik, industri dan roda perekonomian negara sudah siap untuk menghadapinya.

Kalau masyarakat masih dininabobokan dengan pasokan BBM yang tersedia dengan mudah dan murah, suatu saat nanti bisa dipastikan akan ada kepanikan saat harga minyak dunia melambung naik. Harga minyak dunia naik tentu akan membuat BBM yang diimpor menjadi naik. Bisa jadi akan ada kepanikan bagi masyarakat luas dan pelaku usaha di dalam negeri yang pada akhirnya hanya akan membuat situasi perekonomian menjadi lebih pelik.

Ingat bahwa ketika krisis ekonomi di tahun 1998 keadaan menjadi kacau balau karena cadangan devisa sangat minim dan tidak mencukupi untuk membayar beban impor BBM dan barang-barang dari luar negeri sangat berat. Dan menjadi lebih runyam lagi karena nilai tukar Rupiah jatuh terbanting dengan Dollar Amerika. Yang mana sebagian besar impor dibayar dengan mata uang Negeri Paman Sam; bukan dalam mata uang Rupiah.

Jadi kalau harga BBM tidak turun, Indonesia akan lebih siap menyambut masa depan?

Harapannya seperti itu. Biarkan saja harga BBM tetap dalam posisinya semula. Uang negara yang tadinya digunakan untuk membayar subsidi BBM bisa dialokasikan untuk pembangunan di sektor-sektor yang lebih membutuhkan. Masih ada kekurangan dana untuk membangun sekolah-sekolah, kebutuhan untuk memperbarui peralatan tempur sehingga bisa menjaga daerah perbatasan, mengadakan prasarana transportasi di Indonesia bagian Timur. Bayangkan pembangunan yang akan tercapai dengan menggunakan uang yang biasanya dialokasikan untuk membuat harga BBM lebih murah dari harga pasaran di dunia.

Masuk akal, bukan? Tak semua orang setuju dengan opini seperti ini. Tapi semua orang berhak berpendapat. Tentu dengan argumen masing-masing.

Qigong

Rasa penasaran saya terhadap Qigong akhirnya terjawab sudah. Dulu sekali ingin bisa berlatih Qigong tapi tak tahu di mana bisa mempelajarinya. Untungnya di dekat rumah, ada seorang praktisi Qigong yang mau mengajarkannya setiap hari Sabtu pagi.

Ternyata Qigong membantu kesehatan fisik. Menjadikan kondisi tubuh menjadi lebih prima. Efeknya cukup terlihat dari dua sesi latihan. Tapi yang namanya Qigong bukan sekali dua dilatih lalu sehat. Tentu saja harus mempraktikannya dengan reguler dan rutin.