Rumah dan Rumah Tangga

Bisa saja sih berumahtangga tanpa memiliki rumah. Bisa kontrak. Bisa pula numpang di rumah orang tua atau bahkan mertua; jika diijinkan.

Namun yang ideal adalah memiliki rumah sendiri saat sudah memutuskan untuk berumahtangga.

Mungkin karena ada begitu banyak orang tak sanggup memiliki rumah sehingga akhirnya banyak yang memilih tidak berumahtangga. Sayang sekali, bukan?

Rumah. Rumah tangga. Kaitannya erat. Baiklah. Dua hal itu menjadi dua impian yang ingin saya wujudkan di tahun depan. Semoga terlaksana. Masih banyak yang harus dilakukan untuk bisa mencapai kedua impian tersebut.

Perjalanan masih panjang… Fiuh

Resolusi Tahun Depan

Seorang kawan beberapa hari yang lalu bertanya kepada saya. “Sudah menyusun resolusi untuk tahun 2016?”

Apa? Sedikit terkejut saya karena saat ini saja masih Bulan November. Masih ada banyak hari yang tersisa sebelum tahun baru datang.

Jawaban saya praktis saja. Lebih baik gunakan waktu yang tersisa untuk mewujudkan cita-cita atau rencana yang masih belum terwujud di tahun ini. Resolusi biarkan saja untuk hari-hari jelang tahun baru.

Membuat resolusi itu penting. Namun ada yang lebih penting yaitu merealisasikannya hingga hari-hari yang terakhir dalam periode satu tahun.

Papa Minta Saham

Boleh juga para awak media yang jago untuk mencipta istilah-istilah lucu dan tetap relevan untuk setiap kejadian dan peristiwa. Papa Minta Saham memang sedang hangat-hangatnya. Semoga para ‘papa’ – yang kelewatan karena berusaha mencari kesempatan dengan jabatan – bisa cepat diusut sehingga tak membuat kondisi berpolitik menjadi carut-marut dan bikin kalut.

Sekali lagi salut untuk orang-orang kreatif yang rajin mencipta istilah yang lucu dan relevan dengan berbagai kondisi yang terjadi di Nusantara ini.

Aplikasi WordPress untuk OS X

Senang mendengar kabar bahwa WordPress merilis aplikasi resmi WordPress untuk OS X. Aplikasinya sudah bisa diunduh di desktop.wordpress.com. Aplikasi seperti ini sudah saya tunggu-tunggu sejak lama.

Alasannya sederhana. Dengan adanya aplikasi resmi dari WordPress di Mac saya berarti aktivitas blogging saya menjadi lebih praktis dan efisien. Juga menyenangkan.

Tentu saja selain adanya aplikasi WordPress, saya sudah memakai aplikasi bernama Desk.pm yang sesuai dengan kebutuhan dan selera saya. Aplikasi berbayar yang tak murah tapi benar-benar memuaskan.

Namun tak ada salahnya bila WordPress menawarkan aplikasi serupa yang gratis dan semoga bisa mumpuni. Akan lebih baik lagi bila ternyata aplikasi di Mac ini bisa lebih mulus kinerjanya dibanding harus mengakses WordPress dari web browser. Yang kadang membutuhkan kesabaran tersendiri terutama bila koneksi internet sedang lemot. 

Saya baru saja menjajal aplikasi WordPress di OS X ini untuk saat ini. Belum tahu bagaimana kualitas dari aplikasi ini. Tak banyak berharap memang karena aplikasi ini baru saja dirilis; terbukti dari versinya yang masih Versi 1.0.

Untuk saat ini, yang penting sudah bisa menggunakannya. Ada sedikit error tapi semoga bisa digunakan untuk aktivitas ngeblog sehari-hari.

 

 

Twenty Fifteen

Saya cukup suka dengan tema Twenty Fifteen. Namun selalu berasumsi bahwa tema WordPress yang satu itu cukup garing. Mungkin karena tema ‘2015’ tersebut tampil dengan pilihan dasar berwarna putih. Kesannya membosankan. Itu alasan saya dulu tak memilih dan memakai tema ini.

Uniknya setelah memilih kustomasi gratis tema ini dan ternyata bisa memilih pilihan warna latar biru dan abu-abu terang, saya langsung jatuh cinta dengan tema Twenty Fifteen.

Tampilan blog ini menjadi lebih sederhana. Memudahkan navigasi dalam membaca laman-lamannya. Jelas tapi tak tampil membosankan. Yang lebih penting lagi adalah blog ini bisa ditampilkan relatif cepat dari koneksi internet yang agak lemot sekalipun. Sepertinya saya akan menggunakan tema ini lebih lama dari yang saya kira sebelumnya. Tentu bila belum ada tema baru yang mungkin lebih menarik dan sederhana.

Provinsi Madura

Banyak orang tak tahu bahwa ternyata Pulau Madura menjadi bagian dari Provinsi Jawa Timur sejak dulu. Di lain sisi tak ada yang pernah mendengar tentang Provinsi Madura karena hal itu memang tak pernah ada. Berbeda dengan Provinsi Bali yang melingkupi seluruh Pulau Dewata tersebut.

Baru malam ini saya ngeh bahwa ada wacana untuk menciptakan provinsi baru yaitu Provinsi Madura gara-gara membaca surat kabar online. Menciptakan provinsi baru berarti melakukan proses pemekaran. Membagi satu wilayah sebuah provinsi menjadi dua atau lebih babian; yang mana provinsi semula mengecil wilayahnya.

Tentu saja menciptakan provinsi baru tak semudah angan-angan banyak orang yang menginginkannya. Provinsi baru membutuhkan perangkat negara dalam urusan politik dan administratif. Belum lagi harus ada penelitian yang menyeluruh apakah wilayah tersebut mampu menghidupi dirinya sendiri sebagai sebuah provinsi.

Di samping itu ada kepentingan-kepentingan terselubung yang bisa jadi diuntungkan dari adanya sebuah provinsi baru. Wajar karena sebuah provinsi baru berarti ada pihak-pihak yang diberikan ijin khusus dalam melakukan pengelolaan terhadap sumber daya alam dan sumber daya manusia. Ditambah dengan adanya manajemen keuangan yang didapat dari sektor pajak dan perdagangan di daerah tersebut. Singkatnya, ada semacam bagi-bagi kekuasaan yang riskan untuk dikorupsi dan disalahgunakan.

Entahlah. Ada wacana untuk menjadikan Pulau Madura sebagai sebuah provinsi baru. Provinsi Madura. Apakah pemekaran tersebut mampu menyejahterakan masyarakat Madura? Tak ada yang bisa menjaminnya. Semoga saja masyarakat Madura mampu memilah dan memilih keputusan pemekaran sebagai sesuatu yang positif ketimbang hanya berdasarkan emosi dan rasa memiliki yang bisa memberikan keputusan yang bias.

Provinsi Madura? Hmm. Apapun yang terjadi, wacana tersebut cukup menarik.