Motivasi dan Iklan Rokok

Regulasi periklanan untuk produk sigaret memang ketat. Iklan rokok — baik di media elektronik atau cetak — tak boleh memperlihatkan rokok atau bungkusnya. Tak ada teks yang menuliskan kata rokok kecuali pada bagian peringatan bahaya merokok.

Aneh? Tidak juga. Regulator mengharuskan produsen rokok untuk tak perlihatkan rokok dalam iklan sehingga mengurangi efektivitas iklan.

Produsen rokok tak menyerah begitu saja. Dikekang aturan justru produsen rokok menggunakan iklan rokok yang inovatif. Yaitu penggunaan motivasi dalam iklan rokok.

Motivasi? Ya, benar. Motivasi dalam iklan rokok memang tak langsung membuat semua orang langsung paham bahwa iklan penuh motivasi tersebut dibuat oleh produsen rokok. Bila tak ada merek produsen rokok yang sangat terkenal, niscaya banyak yang tak mengerti bahwa iklan penuh semangat tersebut mengiklankan rokok.

Tak percaya? Tanya saja banyak orang-orang lanjut usia dan anak-anak di bawah umur. Tak banyak yang paham iklan bernuansa positif dengan balutan motivasi adalah iklan rokok.

Mengapa iklan rokok memakai motivasi? Jawabannya karena sedang trend. Sejak maraknya para motivator atau kata-kata positif di berbagai media, kata-kata motivasi yang disertai gambar, bergerak atau tak bergerak, menjadi disukai. Tak ada penolakan bila anjuran motivasinya baik adanya.

Pesan motivasinya beragam. Mengejar impian. Menjadi diri sendiri. Kekompakan dalam kebersamaan. Berprestasi dalam berolahraga. Menjadi lebih macho karena berani bertindak. Menjadi agen perubahan dalam kehidupan sosial. Positif, bukan?

Sayangnya ujung-ujungnya ada merek rokok yang beriklan. Ironisnya iklan motivasi supaya lebih aktif berolahraga justru menjadi isi iklan rokok. Lucu, ya?

Begitulah adanya. Kreatif memang bila iklan rokok — yang tak perlihatkan rokok dan bungkusnya — malah bisa diterima masyarakat luas karena pesan-pesannya yang positif.

Sangat disayangkan. Bisa jadi karena menyukai pesan positif penuh motivasi malah makin banyak yang ingin mencoba merokok. Akhirnya iklan rokok benar-benar membuat orang mengkonsumsi rokok. Namanya juga iklan rokok. Bukan iklan motivasi belaka.

Biro Perjalanan Haji Nakal

Kuota perjalanan haji untuk Indonesia memang terbatas meski jumlah quotanya sudah termasuk besar. Sekira 200 ribu calon haji. Dan ternyata masih kurang dari kebutuhan yang ada tiap tahunnya. Bahkan ada yang prediksi bahwa jumlah calon haji sepuluh kali lipat dari quota haji per tahun sehingga ada calon haji yang harus menunggu tahunan untuk diberangkatkan.

Banyak calon haji yang tak sabar untuk segera bisa melaksanakan ibadah haji meskipun belum gilirannya untuk naik haji. Di sisi lain ada biro perjalanan haji nakal yang mencoba meraup kesempatan pemberangkatan haji dengan cara yang ilegal. Hasilnya adanya pemberangkatan calon haji Indonesia ke Arab Saudi menggunakan paspor palsu Filipina.

Sepertinya rencana nakal menggunakan paspor negara lain bakal lancar-lancar saja seandainya tak ada yang ketahuan bahwa 177 calon haji tersebut bukanlah calon haji dari Filipina. Hanya saja ketika melewati pihak imigrasi Filipina, ada satu calon haji ilegal yang tak bisa berkomunikasi dalam bahasa Tagalog karena mereka memang bukan warga negara Filipina. Alhasil setelah dirunut maka ditemukan lebih dari seratus calon haji yang memakai paspor palsu.

Penggunaan paspor palsu jelas pelanggaran yang berat. Masuk penjara hukumannya. Untunglah KBRI di Filipina cepat bertindak. Mereka berusaha sebaiknya menampung calon haji ilegal tersebut di komplek KBRI. Meskipun kondisinya tak begitu baik karena komplek KBRI tak dirancang untuk menampung sekian banyak orang, kondisi tersebut lebih baik daripada penjara di Filipina yang konon kondisinya memprihatinkan.

Kasusnya masih diselidiki oleh kepolisian dua negara, Filipina dan Indonesia. Perkara seperti ini merupakan pucuk dari gunung es. Ditengarai lebih banyak calon haji ilegal yang mungkin saja sudah diberangkatkan secara ilegal. Tak hanya di Filipina tetapi juga di negara tetangga seperti Thailand dan Myanmar.

Bagi calon haji ilegal, pemberangkatan yang tak resmi menggunakan paspor palsu jelas sangat berbahaya. Bila terjadi musibah, tak akan terdeteksi dan tak ada yang mengurus. Bahkan bila diketahui mereka dengan sengaja menggunakan paspor negara lain, bisa jadi kewarganegaraan mereka akan hilang. Menjadi orang-orang yang stateless; tak memiliki kewarganegaraan yang diakui oleh suatu negara.

Maunya naik haji. Yang didapat malah setumpuk masalah yang rumit. Naik haji haruslah dengan cara yang benar sehingga sah menjadi haji atau hajjah.

Mengejar Impian

Menuliskan dan mengatakan apa saja impian yang kita miliki itu relatif mudah. Mewujudkannya menjadi kenyataan itu soal lain dan jelas tak mudah.

Namun hidup hanya sekali. Singkat pula. Oleh karena itu mengejar impian itu suatu keharusan. Apa gunanya hidup bila tak punya cita-cita dan tak memiliki keinginan untuk merealisasikannya.

Yuk, mengejar impian.

Ungkap, Tebus, Lega

Slogan pengampunan pajak memang sederhana. Wajib Pajak mengungkapkan harta kekayaan yang lupa dilaporkan dalam SPT tahunan. Setelah itu Wajib Pajak membayar tebusan pajak sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Dan Wajib Pajak bisa merasa lega karena sudah membayar kewajibannya.

Dalam prakteknya tentu berbeda. Maklum karena tax amnesty belum dipahami benar oleh sebagian besar masyarakat. Ada orang-orang yang tak perlu melakukan pengampunan pajak — karena memang tak memiliki harta — yang justru panik dan ketakutan. Sedangkan yang berharta malah tenang-tenang saja karena belum tahu mengenai pengampunan pajak sama sekali. Celakanya banyak rumor yang salah yang beredar; baik disengaja maupun yang terjadi karena gagal paham.

Untungnya di jaman yang serba terkoneksi oleh internet dan selalu ada pemberitaan di media massa — elektronik maupun konvensional — makin banyak masyarakat yang mulai mendengar tax amnesty. Sosialisasi dan seminar mengenai perpajakan pun bisa diikuti di mana-mana. Bahkan kantor pajak memiliki situs yang menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai TA — singkatan dari Tax Amnesty — sebagai sarana untuk melayani pertanyaan langsung yang bisa ditanyakan oleh para wajib pajak di kantor-kantor pajak.

Jadi tak perlu khawatir tentang TA. Asalkan paham benar dengan apa yang harus dilakukan, tentu tak perlu risau. Bila masih belum paham, bertanyalah pada yang sungguh-sungguh saham sehingga menjadi tenang dalam menjalani hidup di tengah ramainya masa-masa pengampunan pajak.

Medali Emas untuk Bangsa

Hebat untuk kedua pebulutangkis Indonesia yang sudah sumbangkan medali emas di Olimpiade 2016 untuk bangsa ini. Apalagi momennya pas sekali dengan perayaan kemerdekaan NKRI ke-71. Timing-nya sangat pas.

Medali emas merupakan salah satu barometer bagi suatu bangsa untuk menunjukkan kemampuan untuk berkompetisi di tingkat internasional.

Tapi belum saatnya berpuas diri. Perjalanan bangsa untuk mendukung atlet-atletnya masih panjang. Terbukti hanya dua cabang olahraga, hingga hari ini, yang mampu membanggakan bangsa. Cabang lainnya masih belum cukup baik bertanding di level dunia.

Banyak juga negara-negara lainnya yang sangat minim atau bahkan tanpa perolehan medali. Berbagai kendala membuat mereka tak mampu bersaing di kancah global. Korupsi yang menjamur di badan-badan olahraga, pelatihan atlet muda yang seadanya, kondisi peering, atau hancurnya perekonomian.

Namun atlet yang benar-benar jago dan berdedikasi tinggi yang mampu menembus batas. Keterbatasan tak menjadi salangaan namun lecutan untuk menjadi lebih baik.

JogjaStreamers

Apakah jaman sekarang radio sudah kurang didengarkan seperti dulu lagi? Mungkin. Tersaingin dengan hadirnya internet yang lebih interaktif.

Namun radio belum mati. Mendengarkan radio menjadi kebiasaan yang unik. Bila sudah terbiasa, bagi beberapa orang sulit untuk tak mendengarkannya barang sehari. Bisa jadi karena radio — yang menjadi medium suara — memberikan ‘keintiman’ tersendiri dibanding media elektronik lainnya.

Sayangnya radio sifatnya terbatas hanya pada satu kota. Bila seseorang sudah merantau ke kota lain atau pulang kampung, radio kesayangannya tak lagi bisa didengarkan.

Begitu pula banyak orang yang asli Yogya atau minimal pernah tinggal lama di kota ini, ada yang kangen dengan acara-acara di radio. Lalu bagaimana bila ingin mendengarkannya di kota lain?

Tak perlu khawatir. Internet memfasilitasi rasa rindu tersebut. Cukup buka JogjaStreamers bila ingin mendengarkan radio-radio yang eksis di Yogyakarta. Internet bukan saingan radio dan justru mampu menghantar suara-suara penyiar radio dan acara-acaranya ke segala penjuru dunia; asalkan ada jaringan internet.

Harga Rokok Naik Drastis

Rumor mengatakan bahwa bulan depan harga rokok di tanah air akan dinaikkan secara drastis. Tujuannya, konon, pemerintah ingin mengeruk lebih banyak penghasilan dari cukai rokok sekaligus adanya peningkatan harga rokok akan membuat jumlah perokok menurun drastis.

Kira-kira apakah pemerintah akan sukses mencapai dua tujuan tersebut?

Entahlah. Saya setuju-setuju saja harga rokok naik. Saya tidak suka ada orang merokok di sekitar atau di dekat saya. Kasihan bahwa uang ‘dibakar’ untuk sesuatu yang tak berguna dan justru bisa merusak tubuh. Makin sedikit orang merokok tentu lebih bagus.

Pertanyaan menyeruak. Bagaimana dengan nasib para petani tembakau dan buruh rokok? Bila pabrik rokok bangkrut tentu nasib petani dan buruh rokok akan memburuk. Mungkin ada benarnya tapi masak kita lebih tega melihat sekian juta masyarakat di tanah air ‘bunuh diri’ pelan-pelan dengan menghisap asap rokok sekaligus racun-racun di dalam rokok. Belum lagi akan ada banyak anak-anak kecil generasi masa depan yang menjadi tak sehat karena ikut-ikutan menghisap asap rokok dari orangtuanya.

Ada segelintir orang yang mungkin malah berusaha mengambil kesempatan dari rumor naiknya harga rokok. Yaitu memborong rokok-rokok dengan harga sekarang kemudian dijual kembali saat harganya sudah naik gratis. Semacam spekulan. Boleh-boleh saja.

Dan disamping itu ada sekian banyak perokok yang tak sudi aturan untuk menaikkan harga rokok tersebut. Dengan alasan yang tak logis — tak ada hubungannya dengan kesehatan — mereka ingin harga rokok tak naik. Ya, biar saja. Mungkin bagi para perokok berat, mereka lebih senang bila harga sembako naik ketimbang harga rokok yang naik. Nah, lho?

Semoga harga rokok naik drastis. Semoga saja harga sembako dan bahan bakar minyak menurun. Dengan begitu roda perekonomian melaju kencang dan makin banyak warga yang berhenti merokok.