CCTV

CCTV sudah umum didapati di tempat-tempat publik seperti pusat belanja, kafe, restoran, bank, taman dan ruang kantor. Tak banyak orang yang awas bahwa di suatu ruang terdapat kamera-kamera CCTV. Maklum karena sebagian CCTV dipasang begitu rupa sehingga orang-orang yang terekam gambarnya tak menyadari adanya CCTV. Namun begitu ada ruang-ruang di mana CCTV sengaja ditampilkan secara mencolok supaya orang berpikir dua kali sebelum melakukan perbuatan yang tak pantas atau tindakan melawan hukum.

Hasil rekaman CCTV menjadi berarti hanya ketika suatu kejadian penting terjadi. Semisal dalam kasus pembunuhan, pengeboman atau kecelakaan. Hasil rekaman CCTV menjadi bukti yang menvalidasi suatu tindakan. Baik untuk menjadi fakta memberatkan atau malah sebuah bukti untuk meringankan. Tergantung dengan hasil rekaman CCTV tersebut.

Salah satu misteri yang sedang ramai saat ini adalah kasus Kopi Bersianida di suatu kafe di Jakarta. Persidangan digelar secara marathon. Sidang mulai dari pagi hingga malam hari. Salah satu pembahasan yang mendetil dan lama adalah penjelasan dan pertanyaan-pertanyaan yang berasal dari rekaman kamera CCTV di Kafe Olivier.

Coba bayangkan bila tak ada kamera CCTV di kafe tersebut. Tentu akan mengubah jalannya persidangan. Dengan adanya CCTV, bisa jadi kasus ini akan tuntas. Tapi siapa tahu mungkin rekaman CCTV yang tak jelas bisa menjadi celah yang membuat kebenarannya menjadi kabur. Sekabur tampilan rekaman CCTV; yang tak sejelas hasil rekaman kamera film atau kamera ponsel sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s