Rubanah

Baru saja menemui istilah “rubanah”. Ternyata singkatan dari “ruang bawah tanah” atau underground. Sepertinya kata yang tak biasa digunakan karena underground lebih mudah dimengerti kebanyakan orang.

Iklan

Virtual Hotel Operator

Baru sekali ini mendengar tentang istilah Virtual Hotel Operator atau VHO. Penasaran saya pun mencarinya di mesin pencari. VHO ternyata betyl-betul operator hotel yang menjual kamar-kamar hotel ke pelanggannya (atau tamu) dengan menggunakan kamar hotel yang disediakan oleh hotel-hotel mitra. Menarik konsepnya.

Salah satu artikel yang cukup baik menjelaskan tentang Virtual Hotel Operator bisa dibaca di www.aprillins.

Lalu mengapa hotel-hotel mau bekerja sama dengan perusahaan VHO? Jawabannya sederhana. Tak semua hotel bisa mendapatkan jumlah tamu atau tingkat okupansi yang maksimal. Singkat kata, masih saja ada kamar kosong sehingga pendapatan (revenue) tidak optimal. Dengan menjual kamar kosong ke VHO, hotel mitra bisa mendapatkan tamu tambahan yang menginap sekaligus branding gratis dari VHO.

Pernah menginap di hotel-hotel yang bekerjasama dengan VHO? Mungkin pernah tapi tidak menyadarinya. Kalau menginap di suatu hotel lalu ada neon box atau plakat seperti Nida Rooms, AiryRoom atau semacamnya berarti bisa jadi beberapa kamar hotel tersebut dimanfaatkan oleh VHO.

Artis Terjerat Narkoba

Siapa saja memang bisa tergoda dan kecanduan narkoba. Tak terkecuali artis. Sayangnya artis yang terjerat narkoba menjadi pemberitaan yang ramai di berbagai media karena sebagai public figure otomatis menjadi sorotan masyarakat. Reputasi bertahun-tahun hancur dalam sesaat karena tak sanggup melawan narkoba. Apa boleh buat?

Ironisnya banyak juga artis yang namanya sebenarnya sudah dilupakan masyarakat luas berhubung popularitasnya sudah padam tapi kembali dibincangkan orang-orang karena terjerat narkoba. Sayang sekali.

DPRD Minta Naik Gaji

Lucu. Wakil rakyat meminta sesuatu yang momennya tidak pas. Naik gaji saat ekonomi dunia dan negara sedang stagnan. Pas dengan keinginan pemerintah pusat ingin merampingkan ikat pinggang dengan memangkas berbagai anggaran di tahun 2017.

Lebih lucu lagi alasannya. Kenaikan gaji supaya tidak ada anggota DPRD yang korupsi. Apakah kalau gaji tidak naik lalu bersama-sama korupsi?

Mungkin lebih baik kalau DPRD dihapuskan saja daripada menghabiskan uang rakyat yang diwakilinya.