Sublime Text

Saya suka menulis, atau tepatnya mengetik, menggunakan laptop saya. Entah itu menuliskan artikel, menyimpan informasi, menulis jurnal harian, ketik-ketik sesuatu secara acak atau sesederhana membaca dan membalas surat elektronik.

Menulis menjadi lebih enak bila alat menulisnya mudah dipakai dan handal. Alat menulis di laptop berupa aplikasi. Ada yang suka menulis menggunakan word procesor. Sebagian orang malah suka menggunakan text editor. Pun ada yang memakai aplikasi seperti notes yang lebih ringan.

Baru-baru ini saya mencoba untuk menggunakan text editor bernama Sublime Text. Umumnya text editor seperti digunakan oleh programer atau developer. Sublime Text memang mumpuni untuk menulis ribuan baris kode untuk membuat situs internet atau aplikasi.

Namun Sublime Text juga bisa dimanfaatkan untuk menulis artikel, prosa atau dokumen. Cocok untuk pengguna seperti saya; yang memang bukan programer.

Sublime Text mudah dipakai karena navigasinya sistematis. Mirip dengan Word Star di jaman komputer masih memakai sistem operasi DOS.

Handal karena Sublime Text bisa menampilkan beberapa dokumen sekaligus dalam mode split screen. Fitur seperti ini sesuai untuk proses penerjemahan yang membutuhkan dua dokumen berjejer bersebelahan; satu dokumen sumber dalam salah satu bahasa dan satu dokumen dalam bahasa yang lain. Split screen bisa dipakai untuk proses penyuntingan dokumen.

Fitur lain yang saya suka adalah latar belakang text editor dengan default warna gelap. Menulis dengan text editor dengan warna terang (biasanya putih) membuat mata cepat lelah. Sebaliknya menulis dengan font berwarna putih dengan latar gelap membuat proses menulis lebih teduh dan nyaman di mata.

Hal lain yang membuat saya suka dengan Sublime Text adalah ‘cepat dibuka aplikasinya’ dan langsung bisa menulis. Beda dengan word procesor yang kaya fitur seperti Apple Pages atau Microsoft Word yang memerlukan waktu cukup lama untuk membuka dan untuk menggunakannya. Terlebih word procesor memakan sumber daya komputer dengan cepat karena kaya fitur sehingga membuat baterai cepat habis.

Hanya saja text editor – yang memang ditujukan untuk fokus pada kata-kata dan kalimat dengan format sederhana – berbeda dengan word procesor dalam kaitannya dengan dokumen yang harus disunting dengan layout guna dicetak. Semisal dokumen perjanjian, surat lamaran, pengumuman atau surat-menyurat (yang harus dicetak).

Sebagai catatan, saya baru saja mengunduh dan memasang Sublime Text. Belum menggunakannya cukup lama. Mungkin cepat atau lambat saya akan menemukan fitur-fitur lainnya yang powerful sehingga bisa jadi makin menyukai text editor ini.

Bila Anda suka menulis dan tertarik untuk mencoba Sublime Text, baik versi gratis atau berbayarnya, silakan mengunduhnya dari situs resminya di Sublime Text.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s