Demam Vape

Demam vape sepertinya melanda tanah air. Vape sekilas mirip rokok. Namun ada bedanya. Vape harus dinikmati dengan alat listrik bernama vaporizer yang membuat cairan yang memiliki rasa menjadi uap.

Uap vape benar-benar seperti uap kereta api uap jaman dahulu. Berasap. Bahkan saking banyaknya asapnya bisa membuat penikmat vape serasa dikelilingi kabut.

Makin banyak yang memakai vape, makin banyak pula toko-toko vape yang menjual beragam alat vape beserta cairan warna-warni berisi berbagai rasa campuran. Toko-toko itu kadang menjadi semacam kafe tempat berkumpul para penikmat vape.

Namun fenomena vape ini sepertinya akan menjadi vaporware. Menguap bila faktor penasaran dan gaya sudah tak lagi dirasa keren. Hanya sebuah trend sesaat yang pernah sekilas disesap.

Satu hal yang membuat rasa sedih adalah efek vape yang tidak jelas. Seperti apa efek sampingnya belum benar diketahui. Bahkan belum ada verifikasi bahwa vape legal digunakan dan sehat untuk dinikmati.

Tapi biarkan saja para penikmat vape membuat asap hingga kabut terbentuk. Suatu pilihan untuk tiap-tiap individu. Rokok sudah terbukti tak sehat tetap saja peminatnya banyak. Bila vape terbukti tak sehat juga, tetap saja akan ada yang setia menikmatinya.

Kita lihat saja apakah vape bisa tetap menjadi trend anak muda hingga tahun 2017 berakhir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s