Keweleh

Harus saya akui bahwa saya tak benar-benar memahami mother tongue alias bahasa ibu yaitu Bahasa Jawa. Suatu saat saya berkali-kali mendengar kata keweleh. Saya hanya bisa mengerti karena konteksnya. Namun tak berhasil menemukan padanan kata yang pas untuk keweleh dalam Bahasa Indonesia.

Ada dua artikel yang membantu saya memahami konteks kata keweleh.

Pertama, sebuah unggahan berjudul Keweleh; yang diunggah di blog bernama Versodio. Hasil dari sombong diri dan meremehkan orang lain bisa jadi membuat diri sendiri menjadi sangat malu.

Kedua, kata keweleh biasanya didapatkan pada sebuah nasihat seperti ini. Ojo Dumeh Mundhak Keweleh. Agus Siswoyo, seorang blogger, menjelaskan bahwa ‘jangan merendahkan kemampuan orang, kalau terbukti sebaliknya maka hanya rasa malu luar biasa saja yang akan Anda dapatkan’.

Saya hanya menemukan arti kata Bahasa Jawa untuk weleh yaitu balasan. Balasan dalam hal ini adalah balasan yang menimbulkan rasa malu karena telah melakukan tindakan yang takabur atau sombong.

Bisa ditarik kesimpulan, keweleh adalah malu sebagai balasannya.

Kembali lagi, arti kata bukanlah yang utama. Satu hal yang paling penting adalah untuk mengingat nasihat bijak di bawah ini.

Ojo Dumeh Mundhak Keweleh.

Rendah hatilah. Memahami kondisi orang lain dengan pikiran bersih dan perasaan tenang. Hargai setiap insan manusia dengan hormat. Ingat bahwa kita akan selalu membutuhkan orang lain. Bahkan orang-orang yang pernah diremehkan justru malah mereka yang biasanya bersedia untuk menolong kita di saat sulit.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s