Selingkuh dan Kebohongan

Selingkuh dan berbohong itu satu paket. Sepertinya tak mungkin selingkuh dan tak pernah berbohong sama sekali. Setali tiga uang, orang menjadi sering berbohong saat aktivitas ‘ekstrakulikuler’ dengan PIL/WIL lainnya.

Kebohongan itu menjadi sesuatu yang hakiki ketika berselingkuh karena tak ingin rahasianya terbongkar. Bila bohong saja dirasa tak cukup, bisa jadi ditambahi dengan alibi – suatu alasan kuat sehingga tak dicurigai.

Namun sehebat-hebatnya menyimpan ikan yang berbau amis dengan aroma minyak wangi yang mahal, bau amis tetaplah akan tercium cepat atau lambat. Sama dengan perselingkuhan, bakal terkuak. Terbongkar. Bahkan banyak orang yang selingkuh tertangkap basah. Malu akibatnya. Hubungan rusak. Perasaan hancur. Akhir dari sebuah perjalanan dua orang insan yang awalnya pernah saling percaya satu sama lain.

Berbohong sepandai apapun nyatanya tetap ada kesalahan. Sebuah narasi palsu yang direncanakan dengan sangat baik tentu memunculkan kompleksitas kebohongan yang makin rumit. Di titik itulah, kebohongan yang tak sinkron membuat yang dibohongi menyadari bahwa ada yang tak beres.

Belum lagi kalau yang diselingkuhi ternyata memiliki intuisi yang tajam. Tak hanya perempuan, lelaki pun bisa memunyai rasa curiga. Ada pola yang tak seperti biasanya. Ada sesuatu yang tak alami.

Menjadi lebih kompleks bisa teman selingkuh tak puas dengan menjadi sekedar selingkuhan. WIL/PIL ingin status yang lebih solid. Lebih diakui. Tak mau jadi yang kedua. Ingin menjadi yang pertama. Rahasia yang ditutupi menjadi lebih sulit karena WIL/PIL justru yang mengungkapkannya dengan sengaja. Nah, lho. Kapok, ga?

Selingkuh jelas hanya kenikmatan sementara. Ada adrenalin mengalir yang mengasyikkan karena takut ketahuan. Ada gejolak nafsu yang tersalurkan. Namun tak abadi sifatnya. Bahagia? Tentu tidak.

Drama Korea Selatan berjudul The World of the Married ingin menyajikan kehidupan pernikahan yang dilanda perselingkuhan. Konon drakor ini mampu mengaduk-aduk dan mengobok-obok perasaan penontonnya. Banyak penontonnya – terutama penonton perempuan – yang jadi ikut emosi menjadi-jadi.

Saya penasaran. Barusan saya kelar menonton episode pertama. Menegangkan. Jadi ingin tahu lebih lanjut cerita berikutnya. Mungkin perasaan menegangkan itu yang bikin banyak orang menikmati perselingkuhan itu. Bikin hidup lebih hidup. Entahlah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s