Krentek

Sudah lama tak mendengar istilah “krentek”. Lama sekali. Baru kemarin malam saya mendengar kata itu saat sesi meditasi bersama.

Krentek adalah hasrat. Bisa juga berarti keinginan.

Ada penjelasan lebih lanjut tentang krentek dari blog Herman Useno.

“Jadi seseorang akan berbuat pasti didahului dengan krentek, sedang terwujudnya keinginan dijalankan dengan laku atau tumindak.”

Krentek adalah hasrat yang nantinya akan menggerakkan seseorang untuk mewujudkan hasratnya itu dengan tindakan nyata.

Krentek penting. Tanpa krentek maka seseorang tidak memiliki keinginan untuk bertindak dalam hidupnya.

Meskipun ada pengaruh dari orang lain atau eksternal, krentek itu muncul dari dalam. Sesuatu yang menjadi pemicu dari rangkaian gerak pikiran dan gerak tubuh.

Krentek itu bisa diandaikan seperti busi yang memercikkan api ke dalam mesin motor yang dialiri bahan bakar; yang kemudian membuat api membara dan menghasilkan energi. Motor pun bergerak kencang.

Pertanyaan untuk diri sendiri.

Apakah saya sudah memiliki krentek dalam diri saya?

Bila belum, tak mengapa. Berilah jeda untuk diri sendiri. Bila sudah menemukan jalan yang hendak ditempuh, saatnya menciptakan krentek – pemantik gerak pikiran dan gerak tubuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s