Restoran Hantu

Serem, ya? Istilah ‘restoran hantu’ mungkin terasa aneh. Bahasa Inggrisnya adalah ‘ghost restaurant‘.

Jadi konsumennya hantu, gitu?

Tidak seperti itu. Ghost restaurant sendiri adalah restoran yang tak memiliki tempat duduk untuk makan. Restoran yang melayani pembeli yang memerlukan makanan diantar sampai di rumah atau kantor. Restoran ini memiliki merek restoran yang jelas dan terkenal. Namun restoran ini berbentuk dapur saja. Koki memasak sesuai pesanan. Begitu makanan selesai, sajian diantar oleh kurir ke tempat pemesan.

Kenapa sih harus ada restoran aneh seperti itu?

Karena kebutuhan jaman sekarang sudah berubah. Pembeli – orang yang lapar tapi sibuk untuk memasak – tak lagi punya waktu untuk pergi ke suatu restoran dan mengantre hingga makanan sudah matang. Penjual – yaitu pihak restoran hantu – ingin berhemat uang dengan menyewa lokasi yang strategis dengan luasan yang cukup untuk dapur. Tanpa adanya pengunjung yang makan di tempat, restoran hantu tak lagi perlu menggaji sekian banyak pelayan untuk menyajikan makanan dan membersihkan meja makan.

Memangnya di Indonesia ada restoran seperti itu?

Sudah banyak. Kita saja yang tak begitu peduli sebagai konsumen. Asalkan pesan dan makanan diantar, tak ambil pusing tentang adanya restoran hantu seperti ini. Contoh restoran seperti itu adalah Pizza Hut Delivery. Berbeda dengan gerai restoran Pizza Hut yang kita bisa duduk-duduk sambil meriung dan menikmati pizza.

Apakah restoran hantu akan menjadi trend sesaat?

Sepertinya tidak. Eksistensi restoran hantu merupakan solusi dari kebutuhan pangan yang praktis dan cepat. Restoran jenis ini juga disukai oleh restoran konvensional karena hemat modal dan memberikan profit yang maksimal di tengah persaingan yang makin ketat.

Tapi omong-omong ada restoran hantu yang ada hantu beneran, ngga?

Mungkin kalau tempat makan yang ada hantu sejati – bukan jadi-jadian atau rekaan semata – yaitu tempat makan yang pakai pesugihan. Ingin restorannya laris sehingga pemiliknya harus ‘memelihara’ mahkluk halus alias hantu. Tentu dengan ‘imbalan’ yang setara. Biasanya ramai meski makanannya tidak enak. Katanya, sih. Hmm, entahlah.

Lalu apa lagi?

Tidak ada lagi. Sudah. Itu saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s