Naik Sepeda

Bersepeda. Gowes. Baru saja menjadi fenomena. Mungkin karena jenuh setelah beberapa minggu #dirumahsaja, mendadak banyak orang jadi suka naik sepeda. Bagi mereka yang tak punya sepeda, tetiba tanpa banyak dipikir langsung membeli sepeda. Beberapa orang ada yang menyewa sepeda.

Begitu banyaknya orang yang bersepeda di jalanan yang relatif sepi karena pembatasan gerak memang menjadi keprihatinan. Pertama karena penyebaran virus corona masih terjadi, masih memakan korban. Kedua karena banyak orang yang mengabaikan aturan berlalu-lintas dan tidak menjaga kesehatan. Ada yang tabrakan dan ada juga yang meregang nyawa karena memang terlalu memaksakan diri untuk bersepeda setelah lama tidak berolahraga.

Namun ada kegembiraan bagi para pedagang sepeda. Jualannya laris-manis. Stok sepeda habis. Suku cadang harganya naik padahal sebelumnya sepi. Tentu mereka yang bergerak dalam bidang servis sepeda juga laku jasanya.

Namanya saja fenomena. Setelah gosong dan capai naik sepeda. Pekerjaan menjadi normal di masa kewajaran baru (new normal). Ada tuntutan untuk menyelesaikan banyak urusan dalam hidup. Biasanya fenomena seperti ini akan menyusut dengan sendirinya. Hanya mereka yang benar-benar suka bersepeda yang akan tetap naik sepeda.

Tentang sepeda, saya jadi ingat lagu yang asyik tentang moda transportasi ramah lingkungan ini. Sebuah lagu yang dilantunkan oleh Queen yaitu Bicycle Race.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s