CEO

Saya ketawa waktu dengar istilah CEO dalam perbincangan webinar tentang dunia usaha terkait UMKM. Saya pikir CEO merupakan kepanjangan dari Chief Executive Officer. Jabatan yang pantas disandang oleh orang nomor satu di suatu perusahaan.

Namun ternyata CEO yang dimaksud adalah Chief Everything Officer. Alias Direktur, direken batur – dianggap pembantu umum. CEO dalam UMKM berarti orang yang melakukan segalanya. Mulai dari buka toko atau restoran, menjalankan proses produksi atau servis, melakukan promosi, menghitung dengan cermat dan hemat semua aliran uang masuk dan keluar, dan hal-hal lainnya yang tiada habisnya.

Umumnya UMKM begitu itu situasinya. Satu orang menjalankan semua aspek dalam usahanya. One man show. Tidak ada orang lain. Bila ada asisten atau tenaga kerja, tak lebih dari pesuruh yang tak bisa melakukan inisiatif sendiri. Masalah harus diatasi seorang diri. Begitu juga bila cuan, dinikmati seorang diri.

Kenapa tidak menambah karyawan? Tak semua pelaku usaha UMKM bisa naik kelas dengan punya tambahan tenaga kerja. Modal masih minim. Omzet belum stabil. Usahanya sudah bisa jalan saja sudah termasuk sangat baik.

Begitulah suka dan duka orang yang memulai wiraswasta. Menjadi CEO. Semuanya dia lakukan sendiri. Chief Everything Officer. Mulai usaha tak mudah. Oleh karena itu harus tangguh, pantang menyerah, dan yakin dengan pilihannya mendirikan usaha secara mandiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s