Netflix

Netflix bukan layanan yang baru muncul. Perusahaan ini sudah lama berdiri dan memberikan layanan pemutaran film secara daring (online).

Dengan merogoh kocek yang masih terhitung masuk akal, pelanggan Netflix bisa menikmati beragam sajian film dan serial drama yang tak ada habisnya. Untuk harga di Indonesia, biaya langganan termurahnya ada di kisaran 50 ribu untuk satu bulan. Bebas menonton semua tayangan yang ada di katalognya. Bandingkan dengan biaya menonton satu film untuk satu orang di bioskop yang lebih kurang 50 ribu.

Dengan situasi pandemi, di mana orang malas ke bioskop yang tertutup dan ada resiko tertular virus corona, rasanya lebih nyaman dan aman untuk menonton film di rumah melalui layanan pemutaran film daring. Salah satunya Netflix.

Dulu saya jengkel karena berlangganan Internet dari Indihome berarti tak bisa mengakses layanan Netflix di rumah. Saya tak rela bila harus membeli kuota data untuk Internet sekaligus membayar biaya langganan Netflix.

Begitu Netflix sudah bisa diakses dari Indihome, saya merasa senang. Saya hanya cukup membayar biaya bulanan Netflix. Hobi saya memang menonton film. Beda dengan drama, membutuhkan perjuangan untuk selesai menontonnya hingga episode pamungkas.

Detik di mana Netflix sudah terpasang di ponsel saya, aplikasi layanan pemutaran film lainnya segera saya hilangkan, seperti Iflix dan Viki. Netflix memang bukan kaleng-kaleng. Kehadirannya memang mendominasi di industri film daring.

Satu masalah muncul. Ada begitu banyak daftar film yang menarik hingga saya sulit untuk memutuskan mau menonton film yang mana terlebih dahulu. Suatu masalah yang klise. Kebalikan dari kendala yang muncul saat menggunakan Iflix atau Viki yaitu harus mencari lama untuk mendapatkan film yang bagus dan sesuai selera.

Masalah lain lagi timbul. Rasanya rugi kalau tidak menonton film dalam satu hari. Sudah bayar, mosok tidak memakai aplikasi Netflix. Tidak mau rugi yang malah membuat waktu cepat berlalu dalam satu hari karena asyik menonton.

Di titik ini memang saya masih memakai versi coba-coba (trial) dari Netflix. Bila ternyata lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, saya batalkan langganannya sebelum 21 hari masa gratisnya selesai. Sebaliknya bila memang seru dan asyik, 50 ribu rasanya masuk akal untuk berlangganan tiap bulannya. Setara dengan harga dua mangkok soto Kadipiro Asli ditambah minuman dan tambahan lauknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s