Jomblo

Saya heran kenapa orang ada yang cepat mendapatkan jodohnya. Bila bukan jodoh, mungkin pasangan atau pacar. Begitu pula gumun mengapa ada orang yang jomblo. Pernah saya punya pemikiran yang dangkal. Tiga faktor kenapa orang jomblo.

Faktor Pilih-Pilih

Orangnya terlalu pilih-pilih. Bila belum pas benar dengan selera, tuntutan dan harapannya, orang tersebut lebih memilih sendiri dulu. Ada standar yang sedemikian tinggi yang menjadi alasan untuk menolak orang yang menyatakan suka kepadanya tetapi tak memenuhi segala persyaratannya. Mungkin orang seperti ini merasa dirinya ada seorang prince atau princess. Maunya yang terbaik. Kurang dari itu, ngga mau.

Faktor Tidak Dipilih

Sebaliknya, ada orang yang masih sendiri karena kurang banyak atau tidak ada yang memilihnya. Mungkin ada hal-hal yang kurang dari dirinya. Bisa jadi penampilan. Perilaku yang minus. Karakternya sulit dipahami. Bisa jadi mungkin karena ada orang-orang yang lebih baik di sekitarnya yang membuat orang lain lebih memilih yang lebih baik daripada dirinya sendiri. Mungkin pula nasibnya kurang hoki. Entahlah.

Faktor Kombinasi Keduanya

Faktor ini adalah faktor yang paling menyedihkan. Sudah pilih-pilih sekaligus tidak ada yang memilih. Ini kondisi yang susah sekali. Orang yang pilih-pilih, tak berarti bahwa dirinya adalah yang terbaik atau memang baik. Orang yang pilih-pilih malah biasanya orang yang tak terlalu baik; entah dalam aspek apa. Gawatnya pula, tiada orang yang memilihnya. Dengan begitu menjadi suatu takdir bahwa hingga saat ini masih sendiri. Takdir? Tak tahu.

Anyway, saya pikir masing-masing insan manusia punya jalan kehidupan masing-masing. Bila memang ada pasangannya, berbahagialah. Bila tidak, ya tetaplah berbahagia. Karena kebahagiaan bukan ditentukan dari punya pasangan atau tidak. Orang bahagia karena memang dirinya bahagia. Dan kebahagiaannya menjadi lebih bahagia bila memang bertemu orang yang sama-sama bahagia. Sama-sama berjuang untuk membahagiakan pasangannya.

Lalu bagaimana dengan yang masih jomblo?

Tak perlu khawatir. Jalani saja kehidupan ini. Berbaiklah hati. Membuka hati. Bila seseorang yang membuka hati bertemu dengan orang yang juga membuka hati; tentu dua hati akan tertaut dan berkelindang. Seperti sepasang pedansa yang menarikan Tango.

It takes two to Tango.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s