Kelelahan Kognitif

Photo by Startup Stock Photos on Pexels.com

Otak itu seperti prosesor sebuah komputer. Berpikir membutuhkan daya memproses. Makin banyak yang dipikir, butuh lebih banyak daya. Terlalu banyak yang dipikir, bisa jadi kelebihan daya hingga akhirnya kinerja otak terganggu. Di saat itulah terjadi kelelahan kognitif. Tak bisa berpikir lebih jauh lagi. Tak bisa berpikir dengan baik.

Bisa juga karena terlalu lelah atau kurang tidur, kinerja otak terganggu. Tanpa asupan daya yang memadai, pikiran melemah. Kita sering melihat orang yang cerdas bisa mendadak menjadi mudah lupa, susah memahami hal sederhana atau lebih pelan dalam merespon sebuah perbincangan.

Ada faktor lain lagi yang membuat kelelahan kognitif. Sebagian besar orang merasa sedang berpikir tetapi sebenarnya mencoba memahami sesuatu dengan perasaan. Memang sulit memisahkan mana yang sedang aktif, perasaan atau pikiran. Perasaan yang galau atau menggejolak diartikan sebagai jalan pikiran. Dan hasilnya seseorang bisa mengalami kelelahan pikiran.

Belum lagi bila seseorang termasuk orang yang suka berandai-andai dan membesarkan masalah. Masalah dalam hidup itu selalu ada. Sebagian orang bisa fokus untuk mengatasinya. Sebagian lagi malah membuat masalah menjadi lebih besar daripada kenyataannya. Amplifikasi masalah. Bila seseorang terlalu sering berpikir seperti ini tentu lambat laun akan membuat akumulasi kelelahan kognitif. Alih-alih memecahkan masalah, yang didapat justru masalah yang dibesar-besarkan.

Lalu apa yang terjadi bila seseorang menyadari telah mengalami kelelahan kognitif?

Jawabannya sederhana. Berhentilah berpikir. Otak butuh jeda. Istirahat. Kesempatan bagi otak untuk tertidur sejenak.

Bagaimana caranya mengistirahatkan pikiran?

Sederhana. Tidur. Minum kopi sambil makan cemilan. Bisa juga jalan-jalan ke pantai atau gunung. Berenang.

Hindari membaca buku. Bagaimana pun membaca merupakan aktivitas kognitif. Tak perlu juga membuka ponsel karena ada terlalu banyak komunikasi atau berita yang malah membuat pusing kepala.

Rileks. Biarkan otak tidur sejenak. Sesaat jeda. Beberapa saat lagi, otak akan berproses dengan kinerja yang lebih baik. Otak bekerja dengan lancar dan jernih. Hasilnya adalah kesegaran kognitif. Saat otak sanggup diajak ‘lari’ untuk berpikir dengan cerdas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s