Salah Paham

Photo by Pixabay on Pexels.com

Otak manusia memiliki cara berproses yang berbeda-beda. Salah paham itu biasa terjadi. Salah memahami satu hal yang harusnya seragam.

Salah paham biasanya terjadi karena informasi yang tak lengkap; baik saat disampaikan dan saat diterima. Ada kepingan informasi yang hilang. Menjadikan suatu konsep menjadi tak sempurna. Ada makna yang ditangkap sebagai hal yang berbeda.

Salah paham seringkali terjadi saat berbincang secara tatap muka. Salah paham lebih mudah terjadi bila berbicara tak saling tatap muka; seperti laiknya perbincangan melalui video call, telepon, atau yang lebih sering adalah pesan pendek.

Pesan pendek menjadi sarana komunikasi paling rentan salah paham. Lelah mengetik membuat kata-kata menjadi lebih pendek. Dengan konteks yang kadang tak tersampaikan secara tak sempurna.

Meskipun kita bisa melakukan banyak hal melalui pesan pendek seperti WhatsApp, Telegram atau SMS; tetap saja pesan pendek memiliki kelemahan dalam menghantarkan keseluruhan pesan.

Sayangnya banyak orang suka mengambil asumsi yang terlalu cepat saat salah paham terjadi. Marah atau kecewa hanya karena memahami sesuatu dengan tidak sempurna. Repotnya lagi bila seseorang mengambil suatu tindakan dengan tergesa-gesa karena salah paham.

Ada baiknya untuk selalu cek dan ricek. Sarana sederhana untuk mengetahui apakah yang dipahami sudah sama atau tidak. Bila sama, tentu tak masalah. Bila salah memahami tentu akan menjadi suatu masalah.

Salah paham yang tak segera diatasi hanya akan menjadi salah paham yang beruntun. Sahabat karib seperjalanan bisa saling membenci. Sepasang insan yang memadu asmara bisa putus. Kongsi bisnis pecah padahal sudah dibina belasan tahun. Keluarga yang harmonis menjadi ambyar karena tak lagi saling percaya.

Oleh karena itu, tahan sejenak bila ada kecenderungan salah paham terjadi. Abaikan rasa yang muncul. Kemudian saat bertemu secara tatap muka, berbicaralah lagi. Dengan pelan dan jelas. Dengan begitu salah paham tak terjadi. Hubungan antar manusia menjadi terjaga, tidak retak hanya karena salah paham.

Salah paham harus dipahami sebagai hal yang lumrah. Hal yang buruk adalah salah paham terjadi dan dua orang (atau lebih) tak mau memberi ruang untuk saling memahami.

Ada satu cara yang relatif unik tapi manjur untuk menghindari salah paham. Cara ini diterapkan di dunia militer. Bila ada komandan dan tentara berbicara, tentara akan mengulang kembali instruksi yang disampaikan komandan. Bila tentara tak bisa mengulangi dengan sempurna berarti ada salah paham. Secepatnya pula harus ada koreksi.

Komandan: "Tank musuh jam 9. Arahkan meriam jam 9. Tembak!" 
Tentara: "Tank musuh jam 9. Arahkan meriam jam 9. Tembak!"

Kira-kira seperti itu. Salah paham bisa dihindari. Salah paham dalam dunia militer bisa berakibat hilangnya nyawa.

Salah paham dalam kehidupan sehari-hari bisa mengakibatkan hilangnya kepercayaan, pudarnya cinta, tali persahabatan putus, dan timbulnya masalah baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s