Membatasi Diri

Seorang bijak memberikan wejangan untuk saya dalam sebuah sesi meditasi. Sederhana pesannya. Beliau ‘membaca’ saya bahwasannya saya seperti membatasi diri.

Awalnya saya tak paham benar apa yang beliau sampaikan. Setelah mencoba mencernanya, saya menyadari sesuatu yang ada dalam diri saya.

Sebenarnya saya memiliki kemampuan dalam beberapa hal namun menahan diri. Kurang berani. Tidak membebaskan diri saya. Kurang los. Meskipun ada greget.

Saya berpikir. Mungkin karena saya takut. Takut bahwa sesuatu itu beresiko. Takut kehilangan. Takut perubahan. Takut keluar dari zona nyaman. Padahal hidup sendiri penuh resiko. Untuk apa takut?

Benar juga. Bila bisa mengerahkan 100% kemampuan. Kenapa saya hanya, katakanlah, mengeluarkan 50% atau kurang dari kapasitas saya.

Mungkin saya punya sifat yang gampang pesimis. Bisa juga agak paranoid. Terlalu berhati-hati. Dikombinasikan dengan malas gerak. Nah. Komplit, kan?

Baiklah. Sebuah cermin dihadapkan di depan muka saya. Sudah saya pahami. Untuk kemudian saya proses. Supaya menjadi pribadi yang bisa bilang, “gas poll!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s