La Vie en rose

Lagu La Vie en rose ini merupakan lagu yang identik dengan penyanyi Perancis bernama Edith Piaf. La Vie en rose punya arti Life in pink. Hidup yang terlihat melalui kacamata yang (membuatnya) indah. Kira-kira begitu pemaknaannya.

Lalu apa kisah lagu tersebut?

Tentang ekspresi bahagia saat sepasang muda mudi menemukan cinta sejati. Uwu uwu sekali, kan? Namun ini bukan cinta yang biasa. Lagu ini sangat digemari karena memberikan begitu banyak orang harapan untuk tetap menemukan seseorang dan memadu cinta. Harapan yang muncul saat kondisi sangat buruk di tengah Perang Dunia II.

Lagu La Vie en rose ditulis tahun 1945. Sebagian besar dunia sedang kacau oleh perang. Bom atom dijatuhkan di Jepang, perang tiada akhir di benua Eropa dan begitu banyak medan perang di sana-sini. Korban berjatuhan. Keluarga terpisah. Begitu banyak istri menjadi janda karena suaminya tewas saat berperang. Kota-kota menjadi puing tanpa penghuni. Sepertinya tak ada lagi cinta tersisa. Sirna harapan.

Namun anehnya manusia memang makhluk yang bisa beradaptasi. Dalam kondisi peperangan, tetap ada pribadi-pribadi yang ingin seize the day dan fall in love. Menemukan seseorang dan jatuh cinta. Menikah. Tanpa pernah tahu bagaimana esok. Bila hari ini adalah yang terakhir maka haruslah sempat untuk mencintai dan dicintai. Meskipun hanya singkat sebelum nyawa meregang.

Setali tiga uang. Tahun 2020 menjadi Tahun Pandemi Corona. Kematian akibat Covid-19 menjadi berita sehari-hari. Pun nominal mereka yang terpapar selalu bertambah. Tak linear. Justru secara drastis melonjak. Makin banyak yang tertular, makin pupus pula harapan manusia. Begitu banyak yang ingin tahun 2020 segera lewat beserta hilangnya coronavirus.

Namun sekali lagi, manusia adalah makhluk yang adaptif. Tak mau waktu berharga terlewat, tetap ada yang menemukan cinta. Bahkan ada yang tetap melanjutkan ke pelaminan. Besok adalah urusan Tuhan. Hari ini adalah waktu untuk seize the day dan falling in love. Kapanlagi? Saat ini adalah saat yang tepat untuk menjalani hidup semaksimal mungkin. Ada cinta di tengah perang terhadap coronavirus. Hebat, bukan?

Silakan menikmati ekspresi cinta di tengah pandemi dengan lantunan musik tiup dan suara Louis Amstrong. La Vie en rose…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s